TRANSLATE (Choice Your Language)

Showing posts with label KASMARAN. Show all posts
Showing posts with label KASMARAN. Show all posts

Jika Ingin Kenal Seseorang? Katakan Saja "Halo"!

wanitaKUsehat


Ketika Anda tertarik dengan seorang pria atau ada pria yang sejak tadi memerhatikan Anda, apa yang dilakukannya agar bisa berkenalan dengan Anda? Apakah ia langsung melontarkan pujian atau kalimat rayuan lain? Apakah ia hanya merapat, lalu berusaha mencari bahan pembicaraan? Ataukah ia hanya mengucapkan "halo" sambil tersenyum pada Anda?

Ternyata, mengucapkan pick-up lines atau rayuan gombal tidak membuat perempuan terkesan. Menurut Dr Petra Boynton dari University College London, sapaan sederhana seperti "halo" atau "apa kabar?" justru lebih efektif untuk mengawali pembicaraan yang hangat. Sebaliknya, segala nasihat yang diberikan dalam buku-buku pengembangan diri tentang kencan tidak banyak membantu.

"Tidak ada bukti ilmiah yang bisa mendukung apa yang disarankan pakar dalam artikel semacam itu," katanya.

Pria sering kali disarankan untuk memberikan pujian mengenai penampilan perempuan yang dikaguminya. Namun, hal ini bisa menjadi bumerang bagi pria tersebut. "Maksud menyampaikan pujian itu adalah bahwa mereka akan bisa meluluhkan hati perempuan tersebut dengan menampilkan diri mereka sebagai pria yang percaya diri dan berwibawa," kata Boynton.

Repotnya, kebanyakan perempuan pun percaya diri dan asertif sehingga bisa tersinggung dengan komentar semacam itu. Atau, menganggapnya aneh.

Yang sebaiknya juga tak dilakukan adalah berlama-lama mengamati seseorang di ujung ruangan hanya untuk menarik perhatiannya atau menganalisis bahasa tubuhnya. Soalnya, begitu pria memberanikan diri untuk menghampiri Anda, mungkin Anda sudah keburu menghilang.

"Kebanyakan orang sebenarnya hanya menunggu untuk disapa 'halo'. Rayuan gombal cenderung tidak akan berhasil karena terasa sangat dibuat-buat," tambah Boynton.

Boynton juga menyarankan, ketimbang sibuk membaca buku-buku soal menggaet pria atau wanita, lebih baik kita berfokus pada cara membangun kepercayaan diri.
(kompas)
Selengkapnya...

Jika Putus Cinta, Pria Lebih Merana

wanitaKUsehat


Pria juga manusia; karena itu mereka pun bisa menangis saat putus cinta. Tetapi siapa mengira, putus cinta ternyata lebih "memukul" pria daripada wanita?

Anda mungkin tidak percaya (karena si dia tampaknya terlihat cuek setelah putus hubungan dengan Anda), tetapi fakta tersebut merupakan hasil penelitian dari Wake Forest University di North Carolina. Dalam penelitian yang melibatkan 1.000 orang dewasa (tidak menikah) berusia 18-23 tahun, terlihat bahwa hubungan yang tidak bahagia lebih mempengaruhi pria daripada wanita. Hanya saja, pria mengekspresikan kesedihannya dengan cara yang berbeda.

"Perempuan mengekspresikan kesedihannya dengan depresi, sementaranya pria mengekspresikannya dengan masalah-masalah substansi," ujar Simon.

Robin Simon, profesor bidang sosiologi dari universitas tersebut, juga mendapati bahwa pria mendapat keuntungan emosional yang lebih besar dari aspek-aspek positif hubungan cinta yang sedang berlangsung. Kurang lebih begini penjelasannya: bagi pria muda, pasangan mereka sering menjadi sumber utama curahan kasih sayang. Berbeda dengan perempuan, yang cenderung punya kedekatan dengan keluarga dan teman-temannya.

Ketegangan dalam suatu hubungan sendiri sering dihubungkan dengan kesehatan emosional yang rendah, karena hal itu mengancam identitas dan penghargaan diri pria.

Kemudian, jika pria secara emosional lebih dipengaruhi oleh kualitas hubungannya saat ini, perempuan lebih dipengaruhi oleh kenyataan apakah mereka memiliki hubungan cinta atau tidak. Tidak heran, perempuan lebih cenderung mengalami depresi ketika hubungan itu berakhir, dan sebaliknya mendapat manfaat lebih hanya dengan berada dalam suatu relationship.

Survei ini awalnya dilakukan untuk studi jangka panjang mengenai kesehatan mental dan transisi ke kedewasaan. Karena itu menurut Simon, masih banyak yang perlu dipelajari mengenai hubungan antara pria dan wanita pada usia dewasa muda. Studi ini sendiri dipublikasikan di Journal of Health and Social Behavior edisi Juni.
(kompas)
Selengkapnya...

Jika Putus Hubungan Juga Ada Etikanya

wanitaKUsehat


Saat hubungan sudah terasa hambar dan tak lagi menarik hati Anda, salah satu jalan yang bisa ditempuh adalah memutuskan hubungan dengan si dia. Namun, mengucapkan kata "putus" bukan perkara mudah. Apalagi jika dia merasa masih cinta. Sebagai pihak yang memutuskan hubungan, Anda tentu akan dianggap egois dan tak berperasaan oleh si dia.

Meski pun begitu, Anda tetap harus melakukannya untuk menghindari rasa sakit yang lebih akut, baik untuk Anda atau pun untuk dia. Lalu, bagaimana membuatnya mengerti dan menerima bahwa Anda ingin berpisah dari dia?

* Tetapkan Hati
Mungkin, dia tak mau begitu saja diputuskan. Bahkan ia akan menghujani Anda dengan permohonan, kemarahan, atau rasa bersalah. Jika sudah mantap, yakini keputusan Anda dan abaikan saja rasa bersalah itu. Tak perlu menyesal atau merasa kasihan karena hal ini hanya akan memperlambat langkah Anda dan mencegah Anda mencapai tujuan.

* Cari Tempat Netral
Ini yang tidak terpikirkan oleh banyak orang bahwa untuk menyampaikan keputusan ini (baca: memutuskan hubungan dengan seseorang), kita membutuhkan lokasi netral. Mengapa? Karena tempat-tempat netral akan memudahkan Anda untuk "melarikan diri", terutama jika pembicaraan atau perdebatan menjadi berlarut-larut. Sebaliknya, hindari memutuskan si dia di rumah Anda karena Anda tak bisa lari ke mana-mana lagi jika ingin menyudahi pembicaraan.

* Lakukan Dengan Cepat
Membuat keputusan untuk berpisah memang sulit. Pasti banyak pertimbangan yang bisa membuat Anda ragu kembali sehingga rencana memutuskan tertunda. Itu sebabnya, jika keputusan Anda sudah bulat, lakukanlah segera. Semakin menundanya, Anda bisa kembali ragu. Ia pun akan semakin menganggap Anda tidak serius. Apalagi jika Anda menunjukkan berat hati untuk memutuskan hubungan ini. Si dia akan berpikir dapat mengubah perasaan dan keputusan Anda.

* Katakan Apa Adanya
Hindari penggunaan alasan klise, seperti, "Aku sayang kamu, tapi saat ini aku sedang ingin sendiri." Percuma. Pria tidak memahami kalimat-kalimat seperti ini. Jika Anda memang telah kehilangan rasa cinta padanya, atau Anda jatuh cinta pada pria lain, katakan saja apa adanya. Ia tak akan bisa berdebat lagi. Sebaliknya, jika Anda berbohong dan akhirnya dia mengetahui kebohongan Anda, dia akan makin sakit hati.

* Buat Kesepakatan
Bagaimana kelanjutan hubungan Anda dan dia setelah putus? Harusnya tidak ada kecuali Anda dan dia bersepakat tetap menjalin hubungan baik. Namun, jika Anda ingin "terlepas" sepenuhnya dari dia, buatlah kesepakatan bahwa Anda tidak akan membalas telepon, SMS, atau emailnya setelah hubungan ini berakhir. Jika ia memang menghargai Anda, ia akan berhenti mengganggu Anda. Untuk itu, Anda mesti sungguh-sungguh mematuhi peraturan yang Anda buat sendiri. Hindari mengatakan, "Kamu masih boleh meneleponku kapan saja kamu mau." Ini akan membuat Anda terlihat tidak sungguh-sungguh menjauh darinya.
(kompas)
Selengkapnya...

Popular Posts

Popular 7 days

Popular 30 days

Add to Google Reader or Homepage

Powered by FeedBurner

I heart FeedBurner

review http://wanitakusehat.blogspot.com/ on alexa.com

Popular All time

free counters

  ©wanitaKUsehat - Todos os direitos reservados.

Template by Dicas Blogger | Topo