TRANSLATE (Choice Your Language)

Showing posts with label BAYI SEHAT. Show all posts
Showing posts with label BAYI SEHAT. Show all posts

Jika Harus Minum Susu Formula

wanitaKUsehat

ASI jelas asupan terbaik bagi si kecil. Namun, adakalanya kondisi ibu tidak memungkinkannya memberikan ASI kepada sang buah hati. Pada kondisi seperti itulah, dengan amat terpaksa orangtua harus rela memberikan susu formula kepada bayinya.

Apa yang mesti dilakukan ketika bayi harus berpindah dari ASI ke susu susu formula? Yang pertama harus diketahui adalah semua susu formula dengan bahan susu sapi memiliki kandungan yang hampir sama. Dr. Christina K. Nugrahani, M.Kes., Sp.A., yang praktik di RS FMC (Family Medical Center) Bogor mengatakan, "Karena semuanya mengacu pada standar kebutuhan bayi untuk tumbuh kembang sesuai dengan RDA (Recommended Dietary Association)." Simak saja keterangan tentang kandungan nutrisi yang tercantum dalam setiap kemasan susu. Jadi, tak perlu terkecoh dengan beragam promosi tentang adanya suplemen tertentu, sebab rata-rata semuanya sama saja.

Hal lain yang patut dipertimbangkan ketika memilih susu formula adalah harga dan ketersediaan barang, apakah mudah didapat atau tidak. Tentunya lebih baik memilih produk dengan harga yang terjangkau dan mudah didapat. Berikutnya adalah memerhatikan kondisi dan kebutuhan si bayi. Bayi yang alergi terhadap susu sapi tentunya membutuhkan formula khusus. Untuk itu, yuk mengenal beragam susu formula yang beredar di pasaran.

MENGENAL BERAGAM SUSU FORMULA

1. SUSU FORMULA DARI SUSU SAPI
Umumnya susu formula untuk bayi yang beredar di pasaran berasal dari susu sapi. Susu sapi adalah salah satu susu pilihan untuk bayi yang tidak memiliki riwayat alergi dalam keluarga. Alergi akibat susu sapi antara lain berupa diare. Untuk bayi yang telah berusia di atas 6 bulan susu formula yang disarankan adalah yang telah mendapatkan fortifikasi zat besi karena antara usia 4-6 bulan persediaan zat besi pada tubuh bayi mulai berkurang sehingga perlu mendapatkan tambahan asupan dari luar. Soal konstipasi/sembelit yang disinyalir akibat fortifikasi zat besi dapat dikonsultasikan pada dokter dan tidak semua bayi mengalami hal ini.

2. SUSU HIPOALERGENIK
Bayi-bayi yang dalam keluarganya memiliki riwayat alergi umumnya akan mengalami alergi terhadap susu sapi. Karenanya, bayi dengan alergi susu sapi formula biasa sebaiknya diberi susu sapi dengan formula hipoalergenik (hidrolisat), yakni susu sapi yang kandungan proteinnya telah dihidrolisis sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah diolah oleh pencernaan bayi.

Pencegahan alergi susu sapi pada bayi dapat dilakukan dengan 3 cara, yakni:
- Pencegahan premier atau pencegahan yang dilakukan sebelum bayi terpapar pencetus alergi (dalam hal ini susu sapi). Langkah yang paling tepat adalah dengan memberikan ASI eksklusif. Jika ibu oleh karena sebab yang memaksa tak dapat memberikan ASI, berikan susu formulai jenis hipoalergenik.
- Pencegahan sekunder, yaitu bayi yang sudah terpapar protein susu sapi tapi belum mengalami alergi kembali diberi ASI atau ganti mengonsumsi susu hipoalergenik. Di usia batita, anak perlu diperkenalkan dengan susu sapi agar sistem metabolisme tubuhnya mengenal protein susu sapi dan secara perlahan toleran terhadap susu formula biasa.
- Pencegahan tersier, yaitu jika sudah terjadi alergi terhadap susu sapi sehingga bayi harus mengonsumsi susu formula dengan protein susu yang terhidrolisis sempurna sehingga mudah dicerna oleh pencernaan bayi.

3. SUSU SOYA
Susu yang berasal dari sari kedelai ini umumnya diperuntukkan bagi bayi yang memiliki alergi terhadap protein susu sapi tetapi tidak alergi terhadap protein soya. Fungsinya sama dengan susu sapi yang protein susunya telah terhidrolisis dengan sempurna. Jadi dapat digunakan sebagai pencegahan alergi tersier. Bayi yang alergi susu kedelai harus beralih ke susu formula dengan asam amino yang sudah terhidrolisis (hipoalergenik).

4. SUSU RENDAH LAKTOSA
Susu rendah laktosa adalah susu sapi yang bebas dari kandungan laktosa (low lactose atau free lactose). Sebagai penggantinya, susu formula jenis ini akan menambahkan kandungan gula jagung. Susu ini cocok untuk bayi yang tidak mampu mencerna laktosa (intoleransi laktosa) karena gula darahnya tidak memiliki enzim untuk mengolah laktosa. Intoleransi laktosa biasanya ditandai dengan buang air terus-menerus atau diare.

5. SUSU FORMULA LANJUTAN
Susu formula lanjutan biasanya mencantumkan keterangan "lanjutan" pada bagian muka kemasannya. Susu formula lanjutan ditujukan bagi bayi usia 6 bulan ke atas. Tak ada perbedaan yang terlalu mencolok dalam kandungan nutrisinya. Jumlah kalori yang dihasilkannya juga tidak berbeda jauh. Tak perlu buru-buru mengganti susu formulanya dengan yang lanjutan jika stok di rumah masih ada. Memang, kebutuhan kalori bayi meningkat seiring pertambahan usia. Namun di usia 6 bulan, bayi juga harus mengonsumsi makanan semipadat pertamanya selain susu untuk mencukupi kebutuhan kalorinya.

6. SUSU FORMULA KHUSUS
Susu formula khusus disediakan bagi bayi yang memiliki problem dengan saluran pencernaannya. Ada bayi yang memiliki gangguan penyerapan karbohidrat, lemak, protein atau zat gizi lainnya. Pemberian susu formula khusus ini biasanya atas pengawasan dan petunjuk dokter. Karena kekhususannya, harga susu ini pun sangat mahal. Juga tidak dijual di toko umum atau hanya tersedia di rumah sakit dan apotek.

PANDUAN SAJI SUSU FORMULA

Langkah pertama yang dilakukan untuk menyiapkan susu formula adalah membersihkan dan mensterilisasi peralatan yang akan digunakan. Selanjutnya menyiapkan dan menyajikan susu formula. Berikut tahapan yang dilakukan untuk membersihkan dan mensterilisasi peralatan:

1. Sterilkan peralatan minum bayi. Cuci tangan dengan sabun sebelum melakukan sterilisasi.
2. Cuci semua peralatan (botol, dot, sikat botol, sikat dot) dengan sabun dan air bersih yang mengalir.
3. Gunakan sikat botol untuk membersihkan bagian dalam botol dan sikat dot untuk membersihkan dot agar sisa susu yang melekat bisa dibersihkan.
4. Bilas botol dan dot dengan air bersih yang mengalir.
5. Bila menggunakan alat sterilisator buatan pabrik, ikuti petunjuk yang tercantum dalam kemasan.
6. Bila mensterilisasi dengan cara direbus:
- Botol harus terendam seluruhnya sehingga tidak ada udara di dalam botol.
- Panci ditutup dan dibiarkan sampai mendidih selama 5–10 menit.
- Biarkan botol dan dot di dalam panci tertutup dan air panas sampai segera akan digunakan.
7. Cuci tangan dengan sabun sebelum mengambil botol dan dot.
8. Bila botol tidak langsung digunakan setelah direbus:
- Keringkan botol dan dot dengan menempatkannya di rak khusus botol pada posisi yang memungkinkan air rebusan menetes.
- Setelah kering, botol disimpan di tempat yang bersih, kering, dan tertutup.
- Dot dan penutupnya terpasang dengan baik.

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan dan menyajikan susu formula. Berikut tahapan yang dapat dilakukan:

1. Bersihkan permukaan meja yang akan digunakan untuk menyiapkan susu formula.
2. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, kemudian keringkan dengan lap bersih.
3. Rebus air minum sampai mendidih selama 10 menit dalam ketel atau panci tertutup.
4. Setelah mendidih, biarkan air tersebut di dalam panci atau ketel tertutup selama 10–15 menit agar suhunya turun menjadi kurang lebih 70? C. Atau gunakan 1 bagian air dingin dicampur dengan 2 bagian air panas.
5. Tuangkan air tersebut sebanyak yang dapat dihabiskan oleh bayi (jangan berlebihan) ke dalam botol susu yang telah disterilkan.
6. Tambahkan bubuk susu sesuai takaran yang dianjurkan pada label dan sesuai kebutuhan bayi.
7. Tutup kembali botol susu dan kocok sampai susu larut dengan baik.
8. Coba teteskan susu pada pergelangan tangan. Bila masih terasa panas, dinginkan segera dengan merendam sebagian badan botol susu di dalam air dingin bersih sampai suhunya sesuai untuk diminum.
9. Sisa susu yang telah dilarutkan dalam botol sebaiknya dibuang setelah 2 jam. Dalam suhu udara biasa di ruangan terbuka, susu formula yang belum diminum dapat bertahan 3 jam. Bila disimpan dalam kulkas dapat bertahan 24 jam. Hangatkan dengan cara merendam dalam air panas sebelum diberikan.

PERHATIKAN!

* Cermati kemasan ketika akan membeli susu formula. Apakah memang diperuntukkan bagi bayi dan usianya? Cermati tanggal kedaluwarsa. Perhatikan cara menyiapkan dan takarannya.
* Selama memberikan susu botol, seperti halnya memberikan ASI, hendaknya ada kontak kulit, mata, dan suara antara ibu dengan bayi. Bersenandunglah atau bercakaplah. Jangan tinggalkan bayi sendirian memegang botol sambil tiduran karena dikhawatirkan dapat tersedak.
* Jangan berikan susu ketika bayi belum lapar. Berikan sesuai porsi yang dibutuhkan dan buatkan sejumlah kebutuhannya.
* Jangan berikan susu formula full cream untuk bayi karena pencernaannya belum mampu menerima kandungan susu full cream dengan baik.

Sumber: kompas


Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

ASI Latih Bayi Kenali Beragam Rasa

wanitaKUsehat

air susu ibu (ASI) sebagai makanan alami bayi pada awal masa kehidupannya memang tidak terbantahkan. Satu bukti lain yang menunjukkan betapa hebatnya ASI adalah rasa air susu alami ini ternyata dibentuk dan dipengaruhi oleh apa yang dimakan sang ibu.

Maka dari itulah, bayi yang memperoleh ASI sejak lahir cenderung lebih sehat karena mereka sudah dapat mengenal bermacam rasa sejak dini, termasuk rasa buah-buahan atau sayuran yang dikonsumsi sang ibu. Dengan begitu, bayi yang mendapatkan aroma ASI bervariasi bukan tidak mungkin akan tumbuh sebagai "petualang" dalam hal makanan ketika menginjak dewasa.

"Ini bukan seperti ketika ibunya makan pai apel lalu si bayi akan berpikir 'mmmm, inilah pai apel', tetapi lebih pada suatu penerimaan terhadap rasa makanan lain," ungkap peneliti Denmark, Helene Hausner. "Menyusui dengan ASI akan membuat bayi menjadi lebih siap terhadap perubahan rasa dan pengalaman baru ketika mereka mulai mengonsumsi makanan cair," ujarnya.

Untuk membuktikan sejauh mana pengaruh asupan makanan terhadap aroma ASI yang dihasilkan, peneliti dari Universitas Kopenhagen melakukan riset yang melibatkan para ibu menyusui. Para ibu diberi kapsul yang mengandung barmacam-macam aroma atau rasa dan kemudian melacaknya guna mengetahui seberapa lama penanda rasa pada kapsul tersebut muncul dalam air susu ibu.

Riset yang dipublikasikan jurnal New Scientist itu menunjukkan, rasa atau aroma pisang mulai hadir sekitar satu jam setelah dimakan para ibu. Sedangkan aroma mentol atau mint baru hadir delapan jam kemudian. Kadar dari dua jenis rasa lainnya, akar manis dan bumbu caraway, dapat mencapai puncaknya dalam dua jam.

Jumlah aroma yang ditransfer di antara wanita memang bervariasi, tapi semua aroma atau rasa ini akan mulai menghilang dari ASI dalam selang waktu delapan jam. Hasil awal dari penelitian kedua yang dilakukan para ilmuwan Denmark ini mengindikasikan bahwa bayi-bayi yang memperoleh ASI cenderung lebih mudah beradaptasi dengan rasa baru ketimbang mereka yang mendapat susu botol.

Sumber: kompas


Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

ASI Satu Jam Pertama Selamatkan Bayi

wanitaKUsehat

Konselor air susu ibu (ASI) Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Amiruddin mengatakan, pemberian ASI pada satu jam pertama setelah persalinan akan membantu memastikan keselamatan bayi yang dilahirkan.

"Berdasarkan penelitian, menyusui pada satu jam pertama kehidupan menyelamatkan lebih dari satu juta bayi, karena itu masyarakat perlu digerakkan untuk memberikan ASI pada satu jam pertama agar dapat menyelamatkan bayi," ungkapnya pada acara sosialsiasi desa siaga di Yogyakarta, Sabtu (29/11).

Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk melakukan kontak kulit dengan bayi segera setelah lahir, kemudian dilanjutkan dengan menyusui pada satu jam pertama.

"Setiap institusi yang berkaitan dengan kesehatan dianjurkan untuk menjadikan program menyusui pada satu jam pertama sebagai tindakan preventif serta memastikan keluarga dan masyarakat betapa pentingnya menyusui pada satu jam pertama," ujarnya.

Mereka harus aktif menganjurkan dan memastikan bayinya diberi kesempatan mendapat ASI pada satu jam pertama. Ia mengatakan, strategi yang harus dilakukan untuk menempuh progam itu adalah mengembangkan dan menerapkan legislasi yang melindungi perilaku pemberian ASI pada satu jam pertama menyusui.

Selanjutnya, kata dia, meningkatkan kepedulian para pengambil keputusan, tokoh masyarakat, masyarakat luas dan keluarga tentang pentingnya menyusui pada satu jam pertama.

"Selain itu , mengupayakan agar semua petugas dan sarana pelayanan kesehatan mendukung perilaku menyusui yang optimal," ujarnya.

Sementara pihak rumah sakit atau sarana kesehatan lainnya diharapkan menilai tempat persalinan dan hambatan pelaksanaan menyusui pada satu jam pertama, serta menganjurkan semua pihak untuk mencatat dilaksanakan atau tidak tindakan mulai menyusui pada satu jam pertama.

"Yang juga penting adalah monitoring dan evaluasi pelaksanaan program menyusui pada satu jam pertama, sedangkan petugas kesehatan perlu pendidikan dan latihan tentang bagaimana membantu tindakan menyusui pada satu jam pertama," katanya.

Ia mengingatkan, para pengambil kebijakan perlu menganjurkan sarana persalinan dan institusi kesehatan terkait lainnya untuk memasukkan program menyusui pada satu jam pertama sebagai indikator kualitas layanan ibu dan bayi yang terbaik," tandasnya.

Sumber: kompas


Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Berapa Lama Bed Rest Setelah Melahirkan?

wanitaKUsehat

Pernah melihat ibu yang baru melahirkan keesokan harinya sudah mondar-mandir di ruangan? Entah mengapa, banyak ibu-ibu yang merasa bahwa ia harus segera turun dari tempat tidur usai melahirkan. Tak heran, banyak ibu yang setelah melakukannya merasa kelelahan dan bisa saja berujung pada depresi usai melahirkan (post-natal depression).

Dikutip dari situs thebabywebsite.com, bidan dari Inggris, yang pernah menjadi kepala perkumpulan Royal College of Midwives merekomendasikan agar para ibu yang baru saja melahirkan untuk beristirahat atau bed rest selama 10 hari.

Ia merekomendasikan bahwa saat hamil, para calon ibu sebaiknya sudah merencanakan lebih dulu. Ciptakan area kamar menjadi tempat yang aman dan nyaman dan lengkap dengan keputusan si ibu baru, sehingga si ibu bisa menghabiskan setidaknya 10 hari secara intensif bersama si bayi terisolasi dari kericuhan di luar.

"Kebanyakan para ibu baru meremehkan perubahan yang akan terjadi pada diri mereka setelah kehadiran si bayi. Mental dan fisik mereka akan sangat terguncang tanpa mereka sadari. Menjadi seorang ibu membutuhkan penyesuaian yang besar, dan perempuan harus memberikan dirinya sendiri waktu yang penuh untuk benar-benar sembuh usai melahirkan sebelum mencoba melakukan banyak hal," jelas Caroline.

Ada banyak hal yang bisa dipetik jika ibu baru mau bed rest usai melahirkan menurut Caroline:
* Penyembuhan fisik
Bahkan kelahiran yang tak membutuhkan intervensi sekalipun saja sudah sangat melelahkan. Para ibu sebaiknya memberikan tubuh mereka waktu untuk sembuh. Apalagi jika mereka pernah mendapatkan operasi caesar atau bantuan lainnya.

* Penyesuaian mental dan emosional
Menjadi seorang ibu adalah sebuah pengalaman yang mengubah dunia seseorang. Karena perubahan hormon yang sangat besar, emosi si ibu pun akan berpengaruh juga. Para ibu yang bed rest akan memiliki ruang untuknya pribadi dan merasakan emosi yang ada. Ia boleh
menangis sepuasnya jika memang ingin.

* Menjalin ikatan dengan si bayi
Bayi Anda adalah manusia kecil baru dengan emosi dan kepribadiannya sendiri. Amat penting untuk seorang ibu menyisihkan sedikit waktu untuk mengenalnya lebih dalam, khususnya jika si ibu mengalami kesulitan saat kelahiran dan tak langsung merasakan ikatan. Kamar yang nyaman akan menjadi tempat yang nyaman untuk melakukan kontak kulit ke kulit, yang memang sangat kritis untuk dilakukan di hari-hari awal si bayi.

* Pemberian ASI
Pemberian ASI butuh waktu yang cukup lama untuk dipelajari. Tanpa banyak hal yang harus dilakukan saat berbaring di atas tempat tidur, si ibu jadi memiliki banyak kesempatan untuk memberikan ASI tanpa banyak interupsi.

* Mengejar waktu tidur
Jika Anda terbangun, akan sangat menggoda untuk mencuci baju, mengurus tagihan, atau menelepon orang lain saat si bayi sedang tertidur. Di hari-hari awal, para ibu perlu tidur saat si bayi juga sedang tidur. Hal ini akan membantu Anda melewati malam hari yang sering harus terbangun karena si bayi bangun dan minta bantuan Anda.

Sumber: kompas

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Apabila Si Bayi Terserang Flu

wanitaKUsehat

Nama lain flu adalah influenza, common cold, batuk pilek, atau kadang, masuk angin. Biasanya penularan terjadi saat penderita awal terbatuk, bersin, dan terlontar melalui kontak tangan. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus yang jenisnya sangat banyak, tetapi gejalanya mirip.

Diterangkan oleh dr Suririnah, dalam bukunya yang berjudul Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 Bulan, mengatakan, gejala flu antara lain; batuk, pilek, bersin, nafsu makan menurun, nyeri bila menelan makanan, dan demam (biasanya tak lebih dari 38.5 derajat Celsius).

Flu sebenarnya bukan penyakit berbahaya, karena jarang menimbulkan komplikasi, meski disertai demam tinggi sekalipun. Namun, meski tidak berbahaya, bayi dan anak yang terkena flu akan cukup terganggu. Umumnya, anak jadi sulit tidur, tak mau makan, dan rewel. Perlu diwaspadai pula, jika kondisi daya tahan tubuh anak menurun, bisa terjadi komplikasi; pneumonia, bronkitis, infeksi telinga, sinus, atau hingga infeksi telinga tengah.

Dr Suririnah berbagi tips bagaimana menangani flu pada anak;
* Pastikan si anak mendapat istirahat dan cairan yang cukup. Beri ASI atau susu sesering mungkin, atau makanan padat (jika sudah mulai), seperti sup dan buah-buahan untuk tambahan cairan.

* Untuk bayi yang kurang dari 6 bulan, bantu bayi mengeluarkan ingus dengan alat penyedot ingus yang banyak di pasarran.

* Bantu ia mengeringkan lendir di daerah kepala dengan meletakkan selimut yang dilipat di antara kasur dan ranjangnya di bagian kepala, agar posisi kepala lebih tinggi.

* Perlu diketahui, bahwa penyebab flu adalah virus, dan tidak akan bereaksi dengan antibiotika. Dokter baru akan memberi antibiotika jika sudah terjadi komplikasi infeksi bakteri, seperti radang paru-paru atau infeksi telinga.

* Periksa suhu tubuh bayi dengan termometer khusus untuk memastikan suhunya tetap dalam kondisi yang baik.

Bayi baru lahir sering bersin untuk mengeluarkan sisa lendir dan sebagai reaksi tubuh untuk membersihkan jalan napas yang teriritasi. Keadaan ini normal, dan bukan tanda-tanda flu. Namun, jika Anda merasa ada keraguan, sebaiknya selalu konsultasikan dengan dokter anak kepercayaan Anda.

KOMPAS

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Apakah Baby Walker Tidak Disarankan?

wanitaKUsehat

Baby walker, alat untuk bantu anak belajar berjalan ternyata tak disarankan. Baby walker biasanya menahan bayi dalam posisi berdiri dengan penahan kain, dan membantunya berjalan dengan roda di sekelilingnya. Buat para orang tua, produk ini amat membantu karena tak perlu dipegangi seharian. Namun, ternyata produk ini tidak disarankan untuk bayi.

American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan, produk ini bisa sebabkan bayi terluka serius. Berikut alasannya:
* Diperkirakan, produk baby walker adalah produk bayi yang paling banyak menyebabkan kecelakaan pada bayi ketimbang produk lainnya.

* Bayi yang berada dalam produk ini dilaporkan mengalami banyak kecelakaan. Mulai dari kecelakaan di sekitar kompor panas, kolam, dan furnitur rumah tangga.

* Kebanyakan anak berusia di bawah 15 bulan yang mengalami kecelakaan menggunakan baby walker terluka di sekitar tangga.

* Bahkan gerbang yang dipasang di ujung tangga tidak bisa mencegah anak terluka di sekitar tangga, meski dijaga oleh orang dewasa sekalipun.

* Riset mengatakan, bahwa baby walker tidak menguntungkan bagi perkembangan bayi. Baby walker tidak mengajarkan anak atau membantu mereka berjalan lebih cepat ketimbang bayi yang tidak menggunakannya. Baby walker mencegah kesempatan anak untuk belajar menarik dirinya berdiri, merangkak, dan memanjat.

* Boks bayi yang berisi mainan anak adalah pilihan yang lebih baik ketimbang baby walker. Tempat ini memberikan banyak aktivitas untuk menstimulasi bayi sambil menjaga keamanan mereka.
KOMPAS

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Pasang Lagu Pop dan Rock Bikin Nyenyak Bayi

wanitaKUsehat

BILA selama ini Anda merasa bosan mendendangkan lagu "Nina Bobo" atau lagu tradisional lainnya saat menidurkan bayi. Lagu-lagu dengan jenis musik pop atau rock kini juga dapat dipertimbangkan menjadi alternatif baru.

Para ibu di Indonesia sepertinya dapat berkaca pada fenomena di Inggris. Para ibu di sana kini telah mulai banyak meninggalkan lagu-lagu pengantar tidur (lulabies) tradisional dan beralih ke lagu-lagu yang lebih nge-pop, bahkan rock sekalipun.

Hasil jajak pendapat terhadap 2.000 ibu yang dilakukan The Baby Website menunjukkan, lagu-lagu seperti Angel yang dibawakan Robbie Williams atau Wonderwall yang dilantunkan grup Oasis tercatat sebagai tembang pengantar tidur paling favorit.

Survei itu juga menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen atau dua per tiga responden menilai, lagu rock dan pop terbukti lebih efektif untuk membuat bayi cepat lelap ketimbang menyanyikan "Rock a Bye Baby".

Menurut para ahli yang melakukan penelitian, hasil temuan ini sungguh mengejutkan. Juru bicara The Baby Website, Kathryn Crawford, menduga, para ibu saat ini telah terpengaruh oleh musik yang mereka dengar sepanjang hari.

"Kami sangat terkejut dengan temuan bahwa para ibu lebih suka mendendangkan lagu-lagu pop ketimbang lagu tradisional," ujarnya,

"Saya manganjurkan para ibu menyetel radio saat berada di rumah bersama bayi. Lirik-lirik yang menarik membuat mereka mustahil untuk menyanyikan lagu lainnya saat di tempat tidur, tambahnya.

Dari jajak pendapat juga terungkap 13 persen ibu menilai lagu-lagu pengantar tidur yang ada terlalu kuno, sedangkan satu di antara 10 ibu mengaku tidak ingat lirik lagu-lagu tersebut.

Hampir 50 persen dari ibu mengatakan bahwa mereka menyanyikan lagu-lagu untuk menenangkan bayi ketika si kecil terkejut atau gelisah, sedangkan satu per tiga ibu selalu rutin menyanyikan lagu hingga bayi mereka tertidur.

Simon Cooper dari Mother and Baby Music, produsen CD musik untuk orangtua mengatakan, "Bayi membutuhkan ambient dan suara ritmik untuk menenangkan mereka. Itulah yang mereka peroleh dalam kandungan. Sejumlah musik pop akan memberi mereka hal ini, tetapi tentu tidak semuanya."

Daftar 10 Lagu Favorit :
1. Patience - Take That
2. Angels - Robbie Williams
3. I Kissed a Girl - Kate Perry
4. You're Beautiful - James Blunt
5. Love Me Tender - Elvis Presley
6. Beautiful - Christine Aguilera
7. Warwick Avenue - Duffy
8. Sweet Child O' Mine - Guns N' Roses
9. Wonderwall - Oasis
10. Girls - Sugababes
KOMPAS

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Tips Mengenal Pola Tidur Bayi

wanitaKUsehat

Tidur amat penting bagi anak. Tidur memungkinkan tubuh beristirahat untuk memulihkan stamina. Tidur berkualitas memiliki peran krusial pada kondisi perkembangan kesehatan jiwa anak, disamping dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Nah, bagaimana dengan bayi, seperti apa pola tidur yang baik untuknya?

Porsi tidur bayi baru lahir yang kurang lebih 18 jam sehari ini waktunya tidak menentu, mengingat jam biologisnya masih belum matang. Memasuki usia 2 bulan, pola tidur tersebut akan bergeser, namun waktunya pun belum menentu.

Masuk usia 3-6 bulan, jumlah tidur siang akan berkurang, kira-kira 3 kali dan akan terus berkurang. Pada masa ini, tidur bayi seringkali amat aktif, mereka bisa tersenyum, mengisap, dan tampak gelisah. Masuk usia 6-12 bulan, bayi hanya tidur siang 2 kali. Menjelang usia 1 tahun biasanya ia hanya perlu tidur siang sekali saja, sisanya akan dihabiskan pada malam hari. total jumlah waktu tidur berkisar antara 12-14 jam per hari.

Tidur bayi dibagi menjadi fase aktif dan non aktif. Pembagian ini berdasarkan gelombang otak. Fase non aktif bisa disamakan dengan fase non-REM pada orang dewasa dan fase aktif adalah fase REM. Pada bayi yang baru lahir, 50 persen dari tidurnya ada di fase aktif/REM. Ini menunjukkan pentingnya fase REM bagi perkembangan otak bayi. Dengan bertambahnya usia, tidur aktif akan semakin berkurang hingga pada dewasa yang hanya 20-25 persen saja. Pada tidur non aktif, bayi akan tampak tidur lelap, diam, dan amat tenang, hingga ada istilah sleep like a baby.

Untuk diketahui, kualitas tidur bayi tidak dapat dinilai secara kasat mata. Harus dilihat dengan alat pendukung. Tapi untuk mudahnya, saat bayi tidur dan kita melihat bola matanya bergerak-gerak di balik kelopak mata, berarti ia dalam fase tidur aktif.

Untuk diketahui, bai tidak mempunyai masalah tidur. Tetapi masa bayi adalah masa pematangan jam biologis, hingga penting bagi orangtua untuk mengenalkan kebiasaaan tidur yang baik padanya sejak sedini mungkin. Kenalkan padanya untuk beraktivitas di siang hari dan tidur di malam hari.

Narasumber: dr. Andreas A. Prasadja, RPSGT, Sleep Disorder Clinic RS Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat.


KOMPAS

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Ada 8 Pertanyaan Seputar Tidur Anak

wanitaKUsehat

Apa istirahat yang terbaik bagi si kecil? Jawabnya adalah tidur. Si batita umumnya butuh waktu tidur sekitar 10-11 jam per hari. Kurang dari itu, istirahatnya tidak maksimal. Alhasil, sebangun tidur ia cenderung rewel atau uring-uringan. Namun, tak jarang anak usia ini pun sulit bangun pagi. Nah, di bawah ini ada berbagai pertanyaan yang kerap diajukan orangtua seputar tidur anak batita. Semoga jawabannya dapat lebih mencerahkan kita semua.

1. Bolehkah minum susu sebelum tidur?
Boleh saja. Pemberian susu sebelum tidur dapat menenangkan dan mengenyangkan sehingga membuat tidur anak lebih nyenyak. Penggunaan botol juga tidak dilarang. Namun setelah selesai minum susu, bersihkan mulut anak, gosok gigi, dan minum air putih sebagai upaya pencegahan agar gigi geliginya tidak rusak. Setelah anak berusia 2 tahun ke atas, minum susu dari gelas amat disarankan.

2. Bila si kecil belum mau tidur, perlukah dipaksa?
Sebaiknya tidak. Pemaksaan merupakan hal yang tidak menyenangkan, sehingga akan membuat anak semakin sulit tidur. Yang perlu dilakukan adalah mengondisikan anak untuk mudah tidur. Antara lain dengan meredupkan lampu kamar, menghilangkan kegaduhan, dan mendongengi anak. Dengan kondisi ini diharapkan anak akan lebih mudah tidur.

3. Bolehkah nonton televisi sebelum tidur?
Sebaiknya tidak. Warna, suara, adegan, dan gambar yang ditampilkan di televisi akan membuat anak semakin melek. Ahli pun tidak menyarankan untuk meletakkan pesawat TV di dalam kamar mengingat gelombang elektromagnetis yang dipancarkan TV dapat mengganggu kesehatan.

4. Dongeng seperti apa yang cocok dibacakan untuk batita sebelum tidur?
Dongeng sebelum tidur sebaiknya yang dapat menenangkan pikiran anak dan tidak terlalu panjang. Tentang itik yang sangat sayang pada anak-anaknya, tentang panda yang bermain di taman indah, tentang elang yang pandai terbang, dan lainnya. Kisah yang menakutkan, sedih, atau yang membuatnya tertawa terbahak-bahak hanya akan membuatnya sulit tidur. Bacakan cerita dengan santai dan suara yang lembut.

5. Sebaiknya lampu dimatikan atau tidak?
Menjelang tidur sebaiknya tidak terlalu banyak cahaya di dalam kamar. Redupkan lampu, namun jangan sampai gelap gulita. Ruangan yang terlalu benderang akan menyulitkan batita tidur lantaran belum tercapainya self-control yang optimal. Ia justru sangat tertarik pada cahaya. Terlalu benderang pun membuatnya sulit tidur pulas karena ruangan menjadi panas sehingga ia kerap uring-uringan. Sebaliknya kondisi gelap gulita berbahaya karena Anda jadi tidak dapat mengontrol keadaan anak dengan baik. Pada anak -anak yang tidak suka gelap pun, kondisi ini akan membuatnya tidak nyaman.

6. Perlukah si batita tidur siang?
Yang terpenting adalah si batita dapat memenuhi kebutuhan tidurnya yang 10-11 jam setiap hari. Tidur siang dapat memudahkan Anda memenuhi kebutuhan tidurnya. Misalnya, 1-2 jam di siang hari, dan 9-10 jam di malam hari. Tidur siang pun dapat mengurangi tingkat keletihan anak. Si batita juga bisa mendapatkan manfaat lebih maksimal dari aktivitasnya. Namun jika si kecil menolak tidur siang, biarkan saja selama ia tidak bermasalah (mudah marah karena terlalu letih, rewel, ngambek). Penuhi kebutuhan tidur malamnya dengan baik.

7. Kenapa ritual sebelum tidurnya aneh-aneh? Contohnya, memeluk bantal/guling belel, memakai selimut dekil, memegang-megang rambut ibunya, dan sebagainya.
Kebiasaan ini sebenarnya tak merugikan, justru akan membuat anak merasa nyaman. Namun sebisa mungkin hentikan "ritual" ini. Dikhawatirkan pada situasi tertentu, dimana anak tidak bisa melakukan ritualnya, ia akan mengalami sulit tidur.

Ubahlah "ritual" secara perlahan. Pada batita yang tak mau pisah dengan selimut belelnya, misalnya, pisahkan ia dari selimutnya itu selama 10 menit pada awalnya, lalu 20 menit, 30 menit, dan seterusnya. Lakukan "negosiasi", "Selimutnya harus dicuci supaya bersih!" Hargai anak jika ia mau melepas kebiasaannya, dengan pujian, belaian, atau pelukan. Kemudian cari objek pengganti yang lebih "sehat" seperti bantal bersih, boneka, dan lainnya.

8. Kapan si batita mulai tidur sendiri?
Di usia 2-3 tahun sudah muncul dorongan untuk mandiri. Tetapi jangan berharap besar si batita langsung mau tidur di kamar sendiri. Ajarkan secara perlahan. Boleh saja si kecil tidur sekamar dulu dengan kakak, namun tempat tidurnya harus berbeda, terutama jika berlainan jenis kelamin. Jika di tengah malam ia mencari-cari orangtuanya dan meminta pindah lagi ke kamar, ya tak masalah. Intinya, jika anak belum siap, jangan paksakan. Tunggu ia sampai benar-benar siap. Umumnya pada usia 7 tahun anak baru benar-benar siap tidur sendiri.

(Irfan Hasuki/Nakita)

KOMPAS

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Jika Kurang Tidur Picu Obesitas pada Anak

wanitaKUsehat

Ya, anak bayi yang mungil, tetapi tembem dan montok memang lucu. Namun, hati-hati, bayi yang kelewat gemuk bisa terancam sakit di masa depannya. Obesitas atau kegemukan bisa terjadi pada anak yang kurang tidur pada malam hari.

Sebuah studi yang dilansir Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine mengatakan, bayi dan anak yang waktu tidurnya kurang dari 10 jam tiap malam bisa mengalami kenaikan berat badan dari normal ke berat badan berlebih, dan kemudian obesitas hanya dalam 5 tahun.

Sebuah fakta yang mencengangkan terjadi selama 30 tahun terakhir ini tercatat oleh University of Washington. Berat badan bayi dan anak-anak dalam rentang waktu ini mengalami kenaikan dua kali lipat untuk rentang usia 2-5 tahun dan tiga kali lipat untuk anak usia 6-11 tahun.

Sang peneliti, Janice Bell, mengamati 2.000 anak dan mengambil kesimpulan bahwa untuk menjaga berat tubuh yang sehat, dibutuhkan waktu tidur yang cukup. Hal ini sama pentingnya dengan berdiet dan aktivitas fisik.

Secara umum, bayi yang baru lahir butuh waktu tidur 10,5 jam-18 jam per hari, bayi berusia 3-12 bulan tidur selama 12 jam per hari, dan anak balita usia 1-4 tahun sebaiknya tidur 12 jam-14 jam per hari. Namun, waktu tidur pada malam hari yang terganggu, menurut Bell, tidak bisa tergantikan dengan tidur siang.

Dr Douglas Husbands, nutrisionis klinis, mengatakan, "Pada anak-anak, ada pergerakan antara insulin dan hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan paling banyak diproduksi pada malam hari saat anak tertidur. Kekurangan waktu tidur berarti si anak akan kekurangan hormon pertumbuhan."

Saat bayi tidak mendapat cukup tidur, tubuhnya berada dalam mode darurat. Saat itu pula, hormon stres, kortisol, dikeluarkan. Jika ini terjadi, tubuh akan menyimpan lemak lebih banyak dan artinya tubuh yang ideal akan sulit tergapai.

Tak hanya itu, hormon yang membantu kita untuk tidur, melatonin, pun akan sulit keluar. Padahal, jika hormon itu tidak keluar, kortisol yang akan keluar. Si bayi pun akan sulit tidur, saat itu pula tubuhnya akan mengirim sinyal kelaparan, dan ia pun akan menangis untuk minta susu.

Kurangnya waktu tidur bisa menyebabkan si kecil menghindari aktivitas fisik, karena mereka terlalu lelah untuk menggerakkan tubuhnya. Alhasil, berat badan naik karena energi tidak terbakar.
KOMPAS

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Apakah Sebaiknya Bayi Tidur Bersama Orangtua atau Sendiri?

wanitaKUsehat

Anda baru saja mendapatkan anugerah dari Sang Maha untuk memelihara dan mengasuh seorang anak. Akhirnya ia diperbolehkan oleh dokter untuk kembali ke rumah bersama Anda. Saking tak ingin lepas darinya, Anda pun membawa dia tidur bersama Anda di tempat tidur. Namun, apakah mengajak bayi tidur seranjang dengan Anda adalah tindakan terbaik atau sebaiknya si bayi tidur di kamar sendiri?

Menurut dr Suririnah, penulis Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 Bulan, tidur seranjang dengan bayi atau memisahkan si bayi di kamarnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Jika bayi dibiarkan tidur di kamar sendiri, maka orangtua bisa beristirahat tanpa terganggu. Menurut dr Suririnah, bayi mungkin sesekali akan terbangun jika ia berada di kamar tersendiri. Disarankan untuk menggunakan monitor suara bayi yang dihubungkan ke kamar Anda. Namun, perlu dicamkan bahwa tak ada yang bisa menggantikan pengawasan langsung dari orangtua dan jangan bergantung sepenuhnya pada alat monitor.

Orangtua yang memilih untuk mengajak bayinya tidur seranjang dengannya akan mendapatkan keuntungan bahwa Anda akan lebih mudah dan cepat memenuhi kebutuhan si bayi saat itu juga serta bisa memonitor si bayi secara langsung. Ditambahkan dr Suririnah, sindroma kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome) akibat bayi lupa bernapas lebih rendah pada bayi yang tidur seruangan dengan orangtuanya. Namun, saat orangtua memutuskan bayi tidur seranjang, ada kemungkinan saat orangtua tertidur sangat lelap, si bayi bisa tertimpa atau terjepit tanpa Anda sadari.

Disarankan, untuk bayi yang baru pulang ke rumah hingga beberapa minggu ke depan, letakkan dia di dalam ranjang tersendiri tetap dalam ruangan yang sama dengan orangtuanya. Menurut dr Suririnah, hal tersebut merupakan solusi teraman dan menyenangkan.

Yang mesti diperhatikan saat tidur seruangan dengan bayi, bersihkan kamar dari rokok, alkohol, atau obat-obatan. Rokok bisa mengakibatkan kematian bayi mendadak. Adapun obat yang menyebabkan kantuk dan alkohol bisa membuat orangtua lupa atau terlena bahwa bayi ada dekat Anda.

Pasangan yang baru menjadi orangtua juga butuh waktu tidur. Sementara itu, bayi-bayi yang baru lahir biasanya tidak bisa tidur sepanjang malam sampai mereka memiliki berat badan dua kali berat badan lahirnya. Biasanya, bayi berusia 3-4 bulan sudah memiliki pola tidur stabil.

KOMPAS

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Sering Bicara pada Bayi Bantu Perkembangan Otaknya

wanitaKUsehat

Sebuah studi terbaru mengatakan bahwa berbicara dengan bayi yang masih berusia 3 bulan-an bisa memengaruhi perkembangan kognitif dan membantu otaknya membentuk kategori. Riset juga mengatakan bahwa bayi yang belajar untuk mengasosiasikan suatu obyek dengan kata-kata ketimbang gambar lebih bisa melakukan pembagian lebih baik.

Susan Hespos, profesor psikologi di Northwestern University, mengatakan bahwa mengajak bayi berbicara sejak dini akan membantu perkembangan otak dan kognisinya. Dalam studi yang dipublikasikan di Child Development, para peneliti membandingkan efek antara kata-kata dan suara pada kemampuan kognisi bayi yang berusia antara 3-4 bulan.

Semua bayi diperlihatkan gambar ikan, kemudian disambung dengan kata atau suara "bip". Para bayi yang ada dalam grup "kata-kata" diberitahu seperti, "Lihat, ini toma (kata yang dikarang untuk ikan)" saat mereka melihat gambar ikan itu. Para bayi yang ada di grup "pendengaran" mendengar suara "bip" menghubungkan antara intonasi dan durasi.

Kedua grup tersebut kemudian dites kemampuan mengategorikan sesuatu dengan dipertunjukkan gambar ikan lain dan seekor dinasaurus bersampingan, para peneliti kemudian meneliti berapa lama mereka melihat gambar tersebut. Jika si anak sudah membentuk kategori yang lebih familiar dengan ikan dalam otaknya, ia akan melihat gambar itu lebih lama.

Hasil penelitian menunjukkan, bayi yang mendengar kata-kata membentuk kategori tersendiri untuk ikan ketimbang mereka yang hanya mendengar suara "bip".

"Kami memperkirakan bahwa ucapan manusia, khususnya yang ditujukan langsung kepada si bayi, membantunya untuk memerhatikan suatu obyek dan membentuk sebuah kategorisasi," ungkap Sandra Waxman, profesor psikologi di Northwestern University. "Kami yakin, seiring berjalan waktu, efeknya akan makin baik seiring si bayi mulai bisa membedakan tiap kata yang terucap kepadanya untuk membedakan arti dan perbedaan kata itu, dan memetakan kata itu menjadi sebuah makna," tambahnya.(kompas)
Selengkapnya...

Tips Agar Babysitter Betah di Rumah

wanitaKUsehat


Mempekerjakan babysitter butuh teknik tepat. Setidaknya agar pengasuh anak yang bekerja untuk keluarga Anda tidak mudah berpindah ke lain rumah, atau mencari alasan untuk tak kembali bekerja. Tak sedikit babysitter, yang mencari berbagai alasan untuk tidak kembali bekerja, termasuk usai lebaran.

Jika Anda merasa cocok dengan kinerja babysitter saat ini, membangun hubungan yang baik bisa melanggengkan relasi kerja. Simak saran Ella Walsh, penulis situs Kidspot berikut:

Perlakukan secara adil
Siapapun akan senang dan merasa nyaman bekerja jika diperlakukan dengan adil. Begitupun dengan babysitter Anda. Perlakukan mereka dengan adil. Tugas pokok babysitter adalah menjaga dan mengasuh bayi selama Anda meninggalkan di rumah. Jadi, jangan memanfaatkan tenaganya untuk melakukan pekerjaan ekstra untuk urusan rumah tangga. Lagipula, pekerjaannya sebagai pengasuh bayi takkan berjalan maksimal jika harus membersihkan rumah dan menyetrika baju Anda bukan?

Berilah dukungan
Membangun hubungan yang sehat perlu dilakukan dengan para pekerja di rumah tangga, termasuk babysitter. Jika babysitter melaporkan sesuatu hal buruk yang terjadi di rumah, jangan bersikap defensif. Anda tetap butuh tahu apa saja yang terjadi saat tak ada di rumah. Dengarkan laporan babysitter Anda, misalnya tentang perangai buruk anak di rumah. Anda bisa mencari tahu solusi yang tepat untuk mengatasinya dengan menyimak informasi dari babysitter. Dukunglah pekerjaannya, dan tidak mudah bersikap mendeskreditkan yang hanya membuat babysitter sungkan berbicara dengan Anda.

Berikan perhatian
Saat harus meninggalkan rumah, selalu pastikan persediaan makanan cukup. Bukan sekadar untuk bayi Anda, namun juga untuk pengasuhnya. Babysitter juga membutuhkan perhatian Anda. Jangan pernah meninggalkan rumah dengan lemari pendingin dalam keadaan kosong dengan makanan dan minuman. Tinggalkan juga rumah dengan menyediakan makanan ringan.

Tinggalkan catatan
Catatan kecil menjadi pengingat paling efektif daripada sekadar menitipkan pesan verbal. Terutama bagi babysitter yang belum berpengalaman. Selalu tinggalkan catatan berisi informasi penting agar babysitter menjalankan tugasnya dengan baik. Catatan tersebut, utamanya berisi:
* Nomor ponsel atau kantor Anda. Jika perlu tuliskan juga nomor telepon anggota keluarga lain untuk mengantisipasi jika Anda tak bisa dihubungi.
* Nomor telepon darurat, seperti tetangga, dokter, rumah sakit, pemadam kebakaran, dan lainnya.
* Rutinitas kegiatan anak Anda.
* Peraturan dalam rumah tangga yang Anda bangun bersama pasangan.
* Tempat menyimpan kotak obat-obatan atau P3K.

Anda punya cara lain yang membuat babysitter betah bekerja di rumah?(kompas)
Selengkapnya...

Jika Anda Wanita Karir :Tips untuk Ibu Bekerja

wanitaKUsehat


Bagaimana kita dapat melakukan pekerjaan kantor sekaligus mengurus rumah, dan menyediakan waktu yang berkualitas bagi anak dan keluarga?

Jika hal itu terasa sulit dilakukan, di bawah ini ada beberapa saran yang bisa Anda lakukan sehingga pekerjaan tidak terbengkalai dan Anda tetap punya waktu bersama keluarga.

1. Lakukan sebanyak mungkin pekerjaan selama lunch break. Misalnya, berbelanja atau urusan-urusan lain. Dengan begitu, waktu di rumah sepulang kantor tidak terganggu dan dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk bercengkerama dengan keluarga.

2. Manfaatkan menit-menit pertama Anda tiba di rumah untuk anak-anak sebelum membersihkan diri dan menyiapkan makan malam.
3. Cobalah membuat segala sesuatunya seringkas dan sesimpel mungkin. Contohnya, menu makan malam tidak usah dipilih yang ruwet dan bertele-tele. Waktu yang ada lebih baik dimanfaatkan untuk bercengkerama dengan keluarga di ruang keluarga, sebelum terlalu larut dan anggota keluarga terlalu lelah untuk duduk bersama.
4. Cobalah mengerjakan tugas secara rangkap. Misalnya seraya membersihkan meja, Anda juga bisa sekaligus menyapu lantai atau mengisap debu di karpet. Atau sekaligus membersihkan kamar mandi ketika Anda mandi.
5. Beberapa hal yang juga perlu Anda garis bawahi adalah:
* Ingatlah bahwa anak adalah hal yang terpenting. Yang jelas, anak yang bahagia jauh lebih penting daripada lantai yang kotor. Tetapi, bukan berarti anak hidup tanpa peraturan dan tanpa disiplin.
* Buat skala prioritas. Ingatlah bahwa keluarga harus tetap makan dan seabrek rekening harus dibayar. Mengecat ulang rumah bukanlah prioritas utama.
* Mampatkan/padatkan jadwal sebaik dan seefisien mungkin. Jangan buang-buang waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, baik bagi Anda pribadi maupun bagi keluarga. (kompas)
Selengkapnya...

Kapan Waktu Sebaiknya Kembali Bekerja Setelah Melahirkan?

wanitaKUsehat


Sejumlah penelitian mencari solusi atas masalah yang dialami ibu bekerja. Keputusan ibu kembali bekerja pascamelahirkan menimbulkan sejumlah dampak terhadap dirinya dan pengasuhan anak. Apakah ibu perlu tetap bekerja penuh atau sebaiknya paruh waktu saja? Pertimbangannya, agar pengasuhan bayi tak terganggu dan bisa optimal.

Meski masih kontradiktif, tetapi penelitian menemukan bahwa ibu muda pascamelahirkan yang kembali bekerja memiliki dampak positif. Inilah benang merahnya, meski masih terdapat perbedaan mengenai kapan waktu tepat, dan pekerjaan yang lebih baik untuk ibu muda.

Studi para peneliti dari School of Social Work di Columbia University, New York City, menunjukkan adanya hubungan ibu kembali bekerja dengan perkembangan kemampuan kognitif anak.

Penelitian yang melibatkan 1.000 anak di tahun pertama sekolah, dari 10 area berbeda di Amerika ini, menunjukkan nilai positif dan negatif dari ibu yang kembali bekerja terhadap perawatan dan pengasuhan anak.

"Saat ibu kembali bekerja, banyak yang berubah, termasuk kualitas perawatan anak, kesehatan mental ibu, hubungan dengan keluarga, dan penghasilan rumah tangga," kata profesor dan peneliti dari Columbia University, Jane Waldfogel.

Menurutnya, ibu yang kembali bekerja penuh pascamelahirkan memiliki penghasilan lebih untuk keluarga, kualitas perawatan anak yang lebih baik, dan kesehatan mental yang meningkat. Meskipun demikian, diakui bahwa waktu interaksi ibu dan bayi lebih singkat.

Dari responden penelitian ditemukan pula bahwa anak-anak yang dibesarkan oleh ibu bekerja penuh waktu memiliki kemampuan kognitif lebih rendah. Di sisi lain, sang ibu memiliki sensitivitas lebih tinggi. Penghasilan dari pekerjaan juga meningkatkan kemampuan ekonomi untuk membayar berbagai kebutuhan perawatan dan pengasuhan anak.

Sementara itu, penelitian lain pendahulunya mengatakan, sebaiknya ibu kembali bekerja setelah bayi berusia 12 bulan. Dengan perhatian penuh dari ibu, masa emas di tiga tahun pertama buah hati akan berjalan dengan optimal.

Institute for Social and Economic Research dari Essex University juga mengadakan penelitian. Ibu yang kembali bekerja pada tiga tahun pertama pertumbuhan anak berdampak pada pertumbuhan anak yang lamban. Bahkan, studi yang digelar Unicef pada 2008 merekomendasikan, sebaiknya ibu tetap berada di rumah pascamelahirkan, hingga satu tahun.

Dikatakan juga bahwa solusi lain untuk ibu adalah bekerja paruh waktu. Anak yang dibesarkan oleh ibu pekerja paruh waktu tumbuh lebih sehat dalam segala hal.

Merespons perbedaan pandangan ini, Jane menegaskan pentingnya pola pengasuhan dan sensitivitas orangtua terhadap anak dan kebutuhannya. Dengan demikian, meskipun bekerja, ibu bisa memberikan perhatian penuh seusai jam kantor. Orangtua yang memberikan sarana perawatan dan pengasuhan anak yang tepat saat ditinggalkan bekerja, hasilnya juga bisa optimal.

"Ibu yang bekerja lebih dari 30 jam seminggu tetap bisa berbuat terbaik untuk keluarga. Begitu pulang ke rumah, tarik napas dalam-dalam, tinggalkan semua pekerjaan kantor, dan berikan perhatian penuh untuk anak-anak," tandasnya.
Selengkapnya...

Cara Memilih Tempat Penitipan Anak yang Tepat

wanitaKUsehat


Jika Anda dan pasangan bekerja, menitipkan anak pada jasa tempat penitipan anak (TPA), menjadi solusi. Tak sekadar membantu Anda agar tetap bisa bekerja dan berpenghasilan, namun juga baik secara psikis untuk semua anggota keluarga.

Menitipkan anak bisa melalui jasa TPA yang terbuka untuk umum dengan fasilitas lengkap yang menunjang tumbuh kembang anak. Atau penitipan bersifat privat seperti pengasuh juga kepada keluarga dan orangtua.

Jangan terburu-buru memilih sekadar untuk menemukan tempat bagi anak Anda. Luangkan waktu untuk memikirkan lebih matang dengan melihat kebutuhan keluarga Anda. Buatlah daftar pilihan dan prioritas, perhitungkan juga biayanya, hingga positif-negatif dari masing-masing pilihan. Mintalah pertimbangan dari teman yang lebih berpengalaman atau orangtua. Menjalani proses ini bahkan bisa memakan waktu berminggu-minggu. Tak jadi soal, namun juga Anda tak perlu terlalu perfeksionis, karena bagaimanapun Anda perlu melakukan penyesuaian.

Percayakan insting Anda
Meski Anda dan pasangan sudah melakukan riset kecil-kecilan. Atau teman serta saudara memberikan pendapat dan pengalamannya tentang TPA tertentu, semua kembali kepada insting Anda dan pasangan. Kuncinya Anda dan pasangan perlu merasa nyaman dengan TPA yang dipilih. Kenyamanan tak bisa diukur dengan hanya melihat harga yang mahal, kebersihan, atau keamanan. Salah satu tanda TPA berkualitas adalah mengijinkan orangtua dan anak untuk menghabiskan waktu bersama di TPA, sekadar untuk mengawasi bagaimana interaksi yang terbangun antara orangtua, anak, dan pekerja di TPA.

Perlu diingat, kondisi dan tipe setiap keluarga unik dan berbeda. Meski teman memiliki pengalaman baik di TPA tertentu, belum tentu cocok dengan Anda. Anda perlu melihat perbedaan temperamen anak, situasi kerja Anda dan pasangan, tempat tinggal, lokasi kantor, dan harapan Anda terhadap TPA. Jangan menggantungkan penilaian atau membuat keputusan dari pengalaman orang lain.

Percayakan insting anak Anda
Salah satu pertanda TPA yang cocok untuk keluarga adalah anak Anda nyaman berada di sana. Jika anak Anda sudah bisa berbicara, tanyakan perasaannya terhadap TPA tersebut. Anak memiliki penilaian lebih baik dibandingkan Anda. Sedangkan untuk bayi, perhatikan bagaimana interaksi terbangun antara pengasuh dan bayi Anda selama di TPA.

Ajukan pertanyaan ini
Apapun jenis TPA yang Anda temukan, harga yang mahal atau murah bukan menjadi tolok ukur kualitas. Untuk menemukan TPA yang tepat sesuai kebutuhan, ajukan pertanyaan ini kepada diri sendiri dan pasangan:
* Kebutuhan TPA untuk berapa lama? Hitungan jam atau seharian? Reguler atau sewaktu-waktu saja?
* Mana yang lebih diinginkan, pengasuh rumahan atau TPA untuk publik?
* Kualifikasi dan pengalaman seperti apa yang diinginkan dari pengasuh?
* Apakah TPA juga menawarkan program preschool?
* Metode permainan atau pembelajaran seperti apa yang ingin diberikan kepada anak melalui TPA?
* Rutinitas seperti apa yang diinginkan untuk anak di TPA?
* Apakah TPA perlu menyiapkan makan siang untuk anak Anda? Jika ya, apakah TPA bisa memberikan sampel makanannya?
* Apakah layanan TPA menyediakan popok untuk anak di bawah dua tahun?

Kenali pemberi layanan yang baik
Di Australia, TPA terakreditasi oleh badan resmi negara. Ini menjadi rekomendasi terbaik untuk pilihan TPA. Cara lainnya, tanyakan bagaimana staf TPA. Jika Anda menemukan banyak pegawai yang sering berganti, keluar-masuk karena berhenti bekerja ini pertanda tak baik. Cari pengasuh yang berpengalaman, memiliki keterampilan untuk mengatasi kecelakaan kecil maupun besar yang terjadi pada anak, dan jika perlu mampu mengendarai motor atau mobil dan memiliki SIM.

Lokasi jadi soal
Cari TPA yang berlokasi dekat dengan rumah atau kantor Anda dan pasangan. Cari juga tempat yang bisa mengakomodasi kebutuhan Anda dikaitkan dengan pekerjaan kantor. Misalnya, layanan antar-jemput anak ke rumah atau kantor Anda.

Buatlah rencana cadangan
Pengasuh rumahan berhenti bekerja, atau sakit. TPA tutup karena bangkrut atau sebagainya, bisa saja terjadi. Siapkan rencana cadangan. Artinya, Anda sudah membuat skenario dengan menyimpan beberapa pilihan TPA atau pengasuh. Sewaktu-waktu Anda membutuhkannya, Anda cukup menghubungi.

Atur jadwal dan buat perencanaan
Setiap malam, pastikan kebutuhan anak Anda selama dititipkan di TPA sudah lengkap. Baju ganti, botol susu, berbagai kebutuhan lainnya sudah siap agar keesokan paginya Anda tak terburu-buru menyiapkan semua keperluan.

Hindari rasa bersalah
Sebagai orangtua, seringkali perasaan sedih muncul saat harus menitipkan anak di TPA atau bersama pengasuh selama bekerja. Hentikan perasaan bersalah ini. Penelitian menunjukkan, dengan menitipkan anak di jasa TPA yang baik, justru membuat anak lebih produktif dan sehat. Kepercayaan diri anak meningkat karena mereka bertemu dengan banyak teman sebaya dan mendapat pengalaman baru yang berbeda setiap harinya. (kompas)
Selengkapnya...

Cara Melatih Bayi Pintar Bahasa

wanitaKUsehat


Seringkali mengucapkan dan melafalkan kata-kata baru bagi si kecil? Keep up the good work! Ini adalah salah satu usaha yang bisa mengasah kemampuan buah hati dalam hal intelegensia bahasa.

Tahukah Anda bahwa ternyata bayi-bayi yang berusia kurang dari enam bulan sudah memiliki kemampuan mendengar, melihat, dan merasakan hal-hal yang tidak mampu ditangkap indera orang dewasa atau anak-anak? Suatu kemampuan yang menakjubkan mengingat masih sederhananya sistem kerja otak dari seorang bayi.

Setelah dilahirkan, kemampuan daya tangkap bayi pun semakin berkembang canggih. Bila orang dewasa mempunyai batasan penglihatan, bayi yang baru lahir malahan dapat melihat hal-hal yang hanya bisa dilihat oleh sebagian binatang, tetapi tidak tampak oleh orang dewasa, anak-anak atau bayi yang telah berumur beberapa bulan.

Setelah usianya menginjak beberapa hari, kemampuan berbahasa bayi pun berkembang pesat. Ia sudah dapat membedakan bahasa ibu dengan bahasa asing. Bahkan ketika berusia empat atau lima bulan, bayi dapat membaca gerak bibir serta mampu membedakan jenis bahasa yang digunakan dalam gerak bibir itu.

Menurut Anda apakah wajah dua ekor kucing dapat dengan mudah dibedakan? Alih-alih membedakan wajah kucing, Anda pasti akan langsung bilang wajah keduanya sama. Tapi tahukah Anda, pada usia enam bulan pertama, bayi malahan bisa membedakan wajah dua ekor kucing yang pasti tidak bisa Anda lakukan sebagai orang dewasa? Tidak hanya itu, bayi juga mampu menirukan suara kucing hanya dari gerak bibir dan mimik wajahnya.

Selain bahasa, bayi juga dapat membedakan irama yang biasa mereka dengar dengan irama yang asing ataupun berbeda budaya. Sayangnya, kemampuan ini umumnya menghilang dengan sendirinya ketika bayi menginjak usia delapan bulan. Bila ingin si kecil mahir berbahasa dan bahkan menguasai beberapa bahasa sekaligus ketika dewasa, Anda bisa memulainya sejak dini.

Karena bayi yang tumbuh di lingkungan dengan dua bahasa, akan terus memanfaatkan keahlian dwibahasa tersebut sehingga mahir dengan sendirinya.
Selengkapnya...

Awas Celana Dalam Ketat Penyebab Mandul

Jika Anda suka memakai celana dalam ketat, sebaiknya kebiasaan ini siap-siap untuk ditinggalkan. Kesenangan yang mungkin boleh dibilang sepele ini bisa membuat Anda mandul. Wah!

Hasil penelitian ilmiah di AS yang dikutip dari situs askmen.com menyebutkan, pemakaian celana dalam ketat akan menimbulkan panas berlebihan bagi testis (buah zakar). Efeknya, akan berpengaruh buruk pada proses pembentukan sperma. Testis yang terlalu panas akan membuat spermatozoa loyo.

Testis yang sebesar telur burung puyuh ini terletak dalam scrotum. Letaknya menggantung agar suhunya lebih dingin dibanding suhu tubuh. Nah, celana dalam yang terlalu ketat akan mendorong testis ke atas hingga suhunya lebih panas.

Banyak lelaki memang kurang sreg atau tidak nyaman memakai celana dalam kendur. Salah satu alasannya, mereka takut kondor bila celana dalamnya kendor. Padahal, longgar atau ketatnya celana tidak ada hubungannya dengan kondor.

Agar terjadi kehamilan, jumlah dan kualitas sperma anda harus benar-benar bagus. Sekadar tahu, air mani pria terdiri dari dua bagian, yaitu spermatozoa dan plasma semen.

Menurut kriteria WHO, air mani yang normal harus memiliki jumlah total spermatozoa di atas 20 juta per ml. Dari jumlah ini, 60% harus merupakan sel sperma bergerak. Dari 25% sperma yang bergerak, harus mampu bergerak cepat dan lurus. Masih ada lagi, paling tidak, 50% dari sperma yang ada harus berkepala normal.

Meskipun demikian, besarnya jumlah spermatozoa tidak menjamin terjadinya pembuahan sel telur. Meski jumlahnya sedikit, tapi jika mampu bergerak cepat, bisa saja terjadi pembuahan. Kendati jumlah spermatozoa hanya 5-10 juta per ml air mani, pembuahan bisa terlaksana asal mutu spermatozoa baik. Yang sulit diobati adalah jika di dalam air mani sama sekali tidak mengandung sel-sel sperma. Keadaan ini disebut azoospermia.

Untuk membuat spermatozoa bergerak cepat, sebaiknya seorang lelaki rajin berolah raga dengan teratur agar sirkulasi darah menjadi lancar dan baik.

Juga sangat dianjurkan untuk tidak merokok, dan satu faktor yang sudah disebutkan di atas: tidak memakai celana dalam yang ketat.

Perlu diketahui, dalam perjalanannya menuju sel telur, spermatozoa juga bisa mengalami hambatan. Bahkan kadangkala semua mati dalam perjalanan, misalnya karena derajat keasaman Mrs V terlalu tinggi.

Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi tingkat kesuburan lelaki adalah polusi udara. Para lelaki yang bekerja di luar ruangan, misalnya polisi lalu lintas, dan banyak menghirup unsur-unsur kimia seperti timbal, memiliki risiko kemandulan yang tinggi. Bahkan mandi sauna pun bisa menimbulkan beban tersendiri bagi testis.

Selain yang disebutkan di atas, ternyata masih ada hal lain yang mempengaruhi kesuburan lelaki, yakni gangguan terhadap testis dan kelainan pada sperma. Hal ini bisa terjadi karena hormon reproduksi yang tidak sempurna atau infeksi akibat ulah mikroorganisma.

Selain masalah pada spermatozoa, mutu plasma semen pun ternyata berpengaruh pada kesuburan lelaki. Di dalam plasma semen inilah terdapat bermacam komponen dan zat kimia yang penting bagi kelangsungan hidup spermatozoa.

Penyakit kelamin yang menjangkiti tubuh semasa muda juga berpengaruh terhadap proses pembuahan. Begitu juga penyumbatan yang terjadi pada saluran sperma.

Meskipun demikian, bagi lelaki yang menderita azoospermia (air mani sama sekali tidak mengandung sel sperma) maupun oligospermia (sel sperma berjumlah sedikit), kini punya harapan baru. Beberapa waktu lalu, para peneliti Jepang berhasil menemukan suatu zat yang dapat menyembuhkan. Namanya interferon-alfa.

Zat ini berperan dalam menghambat pertumbuhan berlebih dari sel-sel yang merugikan di testis. Interferon-alfa ini konon mampu merangsang monosit (bagian sel darah putih) untuk menghancurkan bakteri dan virus hingga sperma menjadi bersih dan sempurna.

Satu hal penting yang harus diingat, ukuran kesuburan seorang lelaki bukan terletak pada banyaknya air mani yang dikeluarkan ketika ML. Yang lebih penting, seberapa cepat pergerakan spermatozoa.

Karena itu, bagi pasangan yang hendak menikah disarankan untuk memeriksakan terlebih dahulu kesuburan masing-masing agar tak timbul masalah di kemudian hari. Rasanya memang sulit menerima kenyataan bahwa pasangan kita tidak subur, padahal, hari pernikahan sudah ditentukan.
Selengkapnya...

Mengatasi Gangguan Napas Anak

Bila si kecil tiba-tiba sulit bernapas dan napasnya mengeluarkan bunyi.. ngik..ngik..., pasti orang tua akan sangat cemas dan panik. Kondisi seperti ini tidak hanya mengkhawatirkan orang tua tetapi juga menakutkan bagi si anak. Melihat dari bunyi napasnya dapat disimpulkan si anak tadi menderita Asthma.

Asthma adalah penyakit saluran napas yang ditandai oleh 3 hal yaitu menciutnya saluran napas, pembengkakan selaput lendir saluran napas, dan pengeluaran lendir yang berlebihan. Ketiga hal ini menyebabkan penyempitan saluran napas. Sehingga menyebabkan anak merasa sesak dan saat mengeluarkan napas terdengar suara ngiik..ngiik, suara ini disebut sebagai Wheezing atau mengi. Biasanya selalu disertai batuk. Sesak yang berkepanjangan akan menyebabkan warna kebiruan disekitar mulut karena disebabkan kekurangan oksigen.

Sebetulnya gejala asthma tidak selalu sesak napas, Asthma yang ringan bisa terlihat sebagai batuk saja, tetapi batuknya khas yaitu periodik, variasi, dan reversibel. Periodik yaitu timbulnya pada waktu tertentu misalnya musim hujan, malam hari, makan makanan tertentu, atau bila stres.
Variasi yaitu sering timbul malam hari sedangkan siangnya tidak ada gejala.
Reversibel artinya bisa hilang timbul dengan atau tanpa pengobatan.
Biasanya pada keluarga terdapat riwayat asthma atau alergi. Ini merupakan faktor genetik.

Faktor Pencetus.
adalah faktor yang memudahkan timbulnya asthma. Apalagi bila ada faktor genetik semakin mudah faktor pencetus ini timbul. Apa saja faktor pencetus yang sering menjadi penyebabnya.
Beberapa faktor pencetus asthma :
Binatang terutama yang berbulu (jadi sebaiknya tidak memelihara binatang).
Aktivitas fisik yaitu olah raga atau lari-lari.
Bahan kimia semprot.
Tepung sari bunga.
Perubahan suhu.
Infeksi virus misalnya flu.
Tungau debu rumah.
Asap terutama asap rokok.
Obat (aspirin).
Emosi atau masalah psikologis.
Makanan tertentu, misalnya coklat ,es, kacang-kacangan, cemilan anak (krn zat pengawet, zat warna, atau bumbu penyedap dapat berperan juga)

Jadi , orang tua harus berusaha mengenali pencetus asthma pada anaknya. Bila tidak berhasil, kadang-kadang diperlukan tes alergi.

Pengobatan.
Selain menghindari faktor pencetus tadi, pengobatan pada asthma bertujuan melebarkan saluran napas, mengurangi pembengkakan, mengencerkan serta mengeluarkan lendir.
Dibagi menjadi pengobatan pereda ( diberikan pada waktu serangan sesak napas ) dan pengobatan untuk pengendali (diberikan tiap hari meskipun tidak ada serangan bertujuan untuk mencegah asthma).
Pengobatan pereda dapat berupa sirup, tablet atau hisapan. Biasanya dari golongan beta agonis yaitu salbutamol, terbutalin, dll. Bisa juga obat golongan kortikosteroid yaitu methyl prednisolone(relatif aman), prednisone, triamcinolone, dll. Hati-hati pemakaian kortikosteroid jangka panjang dapat menimbulkan retensi air, sehingga anak menjadi gemuk dan wajahnya membulat (full moon face)dan gangguan pertumbuhan tulang.
Untuk pengendali biasanya campuran antara kortikosteroid dan beta agonis dengan masa kerja panjang contohnya campuran fluticasone dan salmeterol atau campuran budesonide dan formoterol.

Bila dengan pengobatan, sesak tidak mereda atau malah bertambah sesak bawa segera anak ke rumah sakit atau dokter terdekat, karena kekurangan oksigen dapat berbahaya.
Selengkapnya...

Mengatasi Anak Sering Kena Bisul.

Seorang ibu muda mengeluh anaknya yang berusia 5 tahun sering bisulan, pertama kali timbul didaerah pantat, kemudian sembuh, terus timbul baru lagi di daerah tangan, sembuh di tangan, timbul di kelopak mata, terus menerus hilang timbul sehingga ibu ini bingung, bagaimana supaya tidak timbul terus menerus.

Bisul atau Abscess adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh adanya kuman / Bacteria, jadi kuman ini masuk kedalam kulit kemudian dia bersarang didalam kulit, karena ada kuman masuk kedalam tubuh, secara otomatis tubuh akan membentuk perlindungan terhadap sikuman ini, yang berperan dalam mekanisme perlindungan ini adalah sel darah putih (Leucosite) sehingga terbentuklah bisul atau Abscess tadi.

Bagaimana kuman ini bisa masuk kedalam tubuh?, padahal kulit kan utuh, tentu ada penyebabnya sehingga kuman yang kasat mata ini dapat masuk kedalam kulit, biasanya karena kebersihan kulit yang kurang atau bisa juga karena sering digaruk sehingga kulit menjadi tidak utuh atau menimbulkan luka. Kulit yang tidak utuh atau luka ini menjadi pintu masuk bagi kuman.

Bisul yang hilang timbul dan berpindah tempat, selain bisa disebabkan karena kebersihan kulit yang kurang tadi, juga akibat perawatan terhadap bisul tadi yang kurang bersih, sehingga nanah yang keluar dari bisul dipindahkan oleh jari-jari sianak tanpa sengaja ke bagian kulit yang lain, padahal nanah yang keluar dari bisul itu mengandung kuman, atau bisa juga dengan perantara alat-alat lain yang terdapat didalam rumah seperti sprei,sarung bantal, sarung guling, handuk ,dll. Hati-hati bisul ini dapat menyerang seluruh anggota rumah terutama yang kebersihan kulitnya kurang.

Pengobatannya dengan membasmi kuman penyebab tadi, yaitu dengan obat atau salep golongan Antibiotika.
Selengkapnya...

Popular Posts

Popular 7 days

Popular 30 days

Add to Google Reader or Homepage

Powered by FeedBurner

I heart FeedBurner

review http://wanitakusehat.blogspot.com/ on alexa.com

Popular All time

free counters

  ©wanitaKUsehat - Todos os direitos reservados.

Template by Dicas Blogger | Topo