TRANSLATE (Choice Your Language)

Showing posts with label ANAK SEHAT. Show all posts
Showing posts with label ANAK SEHAT. Show all posts

Jika Harus Minum Susu Formula

wanitaKUsehat

ASI jelas asupan terbaik bagi si kecil. Namun, adakalanya kondisi ibu tidak memungkinkannya memberikan ASI kepada sang buah hati. Pada kondisi seperti itulah, dengan amat terpaksa orangtua harus rela memberikan susu formula kepada bayinya.

Apa yang mesti dilakukan ketika bayi harus berpindah dari ASI ke susu susu formula? Yang pertama harus diketahui adalah semua susu formula dengan bahan susu sapi memiliki kandungan yang hampir sama. Dr. Christina K. Nugrahani, M.Kes., Sp.A., yang praktik di RS FMC (Family Medical Center) Bogor mengatakan, "Karena semuanya mengacu pada standar kebutuhan bayi untuk tumbuh kembang sesuai dengan RDA (Recommended Dietary Association)." Simak saja keterangan tentang kandungan nutrisi yang tercantum dalam setiap kemasan susu. Jadi, tak perlu terkecoh dengan beragam promosi tentang adanya suplemen tertentu, sebab rata-rata semuanya sama saja.

Hal lain yang patut dipertimbangkan ketika memilih susu formula adalah harga dan ketersediaan barang, apakah mudah didapat atau tidak. Tentunya lebih baik memilih produk dengan harga yang terjangkau dan mudah didapat. Berikutnya adalah memerhatikan kondisi dan kebutuhan si bayi. Bayi yang alergi terhadap susu sapi tentunya membutuhkan formula khusus. Untuk itu, yuk mengenal beragam susu formula yang beredar di pasaran.

MENGENAL BERAGAM SUSU FORMULA

1. SUSU FORMULA DARI SUSU SAPI
Umumnya susu formula untuk bayi yang beredar di pasaran berasal dari susu sapi. Susu sapi adalah salah satu susu pilihan untuk bayi yang tidak memiliki riwayat alergi dalam keluarga. Alergi akibat susu sapi antara lain berupa diare. Untuk bayi yang telah berusia di atas 6 bulan susu formula yang disarankan adalah yang telah mendapatkan fortifikasi zat besi karena antara usia 4-6 bulan persediaan zat besi pada tubuh bayi mulai berkurang sehingga perlu mendapatkan tambahan asupan dari luar. Soal konstipasi/sembelit yang disinyalir akibat fortifikasi zat besi dapat dikonsultasikan pada dokter dan tidak semua bayi mengalami hal ini.

2. SUSU HIPOALERGENIK
Bayi-bayi yang dalam keluarganya memiliki riwayat alergi umumnya akan mengalami alergi terhadap susu sapi. Karenanya, bayi dengan alergi susu sapi formula biasa sebaiknya diberi susu sapi dengan formula hipoalergenik (hidrolisat), yakni susu sapi yang kandungan proteinnya telah dihidrolisis sedemikian rupa sehingga dapat dengan mudah diolah oleh pencernaan bayi.

Pencegahan alergi susu sapi pada bayi dapat dilakukan dengan 3 cara, yakni:
- Pencegahan premier atau pencegahan yang dilakukan sebelum bayi terpapar pencetus alergi (dalam hal ini susu sapi). Langkah yang paling tepat adalah dengan memberikan ASI eksklusif. Jika ibu oleh karena sebab yang memaksa tak dapat memberikan ASI, berikan susu formulai jenis hipoalergenik.
- Pencegahan sekunder, yaitu bayi yang sudah terpapar protein susu sapi tapi belum mengalami alergi kembali diberi ASI atau ganti mengonsumsi susu hipoalergenik. Di usia batita, anak perlu diperkenalkan dengan susu sapi agar sistem metabolisme tubuhnya mengenal protein susu sapi dan secara perlahan toleran terhadap susu formula biasa.
- Pencegahan tersier, yaitu jika sudah terjadi alergi terhadap susu sapi sehingga bayi harus mengonsumsi susu formula dengan protein susu yang terhidrolisis sempurna sehingga mudah dicerna oleh pencernaan bayi.

3. SUSU SOYA
Susu yang berasal dari sari kedelai ini umumnya diperuntukkan bagi bayi yang memiliki alergi terhadap protein susu sapi tetapi tidak alergi terhadap protein soya. Fungsinya sama dengan susu sapi yang protein susunya telah terhidrolisis dengan sempurna. Jadi dapat digunakan sebagai pencegahan alergi tersier. Bayi yang alergi susu kedelai harus beralih ke susu formula dengan asam amino yang sudah terhidrolisis (hipoalergenik).

4. SUSU RENDAH LAKTOSA
Susu rendah laktosa adalah susu sapi yang bebas dari kandungan laktosa (low lactose atau free lactose). Sebagai penggantinya, susu formula jenis ini akan menambahkan kandungan gula jagung. Susu ini cocok untuk bayi yang tidak mampu mencerna laktosa (intoleransi laktosa) karena gula darahnya tidak memiliki enzim untuk mengolah laktosa. Intoleransi laktosa biasanya ditandai dengan buang air terus-menerus atau diare.

5. SUSU FORMULA LANJUTAN
Susu formula lanjutan biasanya mencantumkan keterangan "lanjutan" pada bagian muka kemasannya. Susu formula lanjutan ditujukan bagi bayi usia 6 bulan ke atas. Tak ada perbedaan yang terlalu mencolok dalam kandungan nutrisinya. Jumlah kalori yang dihasilkannya juga tidak berbeda jauh. Tak perlu buru-buru mengganti susu formulanya dengan yang lanjutan jika stok di rumah masih ada. Memang, kebutuhan kalori bayi meningkat seiring pertambahan usia. Namun di usia 6 bulan, bayi juga harus mengonsumsi makanan semipadat pertamanya selain susu untuk mencukupi kebutuhan kalorinya.

6. SUSU FORMULA KHUSUS
Susu formula khusus disediakan bagi bayi yang memiliki problem dengan saluran pencernaannya. Ada bayi yang memiliki gangguan penyerapan karbohidrat, lemak, protein atau zat gizi lainnya. Pemberian susu formula khusus ini biasanya atas pengawasan dan petunjuk dokter. Karena kekhususannya, harga susu ini pun sangat mahal. Juga tidak dijual di toko umum atau hanya tersedia di rumah sakit dan apotek.

PANDUAN SAJI SUSU FORMULA

Langkah pertama yang dilakukan untuk menyiapkan susu formula adalah membersihkan dan mensterilisasi peralatan yang akan digunakan. Selanjutnya menyiapkan dan menyajikan susu formula. Berikut tahapan yang dilakukan untuk membersihkan dan mensterilisasi peralatan:

1. Sterilkan peralatan minum bayi. Cuci tangan dengan sabun sebelum melakukan sterilisasi.
2. Cuci semua peralatan (botol, dot, sikat botol, sikat dot) dengan sabun dan air bersih yang mengalir.
3. Gunakan sikat botol untuk membersihkan bagian dalam botol dan sikat dot untuk membersihkan dot agar sisa susu yang melekat bisa dibersihkan.
4. Bilas botol dan dot dengan air bersih yang mengalir.
5. Bila menggunakan alat sterilisator buatan pabrik, ikuti petunjuk yang tercantum dalam kemasan.
6. Bila mensterilisasi dengan cara direbus:
- Botol harus terendam seluruhnya sehingga tidak ada udara di dalam botol.
- Panci ditutup dan dibiarkan sampai mendidih selama 5–10 menit.
- Biarkan botol dan dot di dalam panci tertutup dan air panas sampai segera akan digunakan.
7. Cuci tangan dengan sabun sebelum mengambil botol dan dot.
8. Bila botol tidak langsung digunakan setelah direbus:
- Keringkan botol dan dot dengan menempatkannya di rak khusus botol pada posisi yang memungkinkan air rebusan menetes.
- Setelah kering, botol disimpan di tempat yang bersih, kering, dan tertutup.
- Dot dan penutupnya terpasang dengan baik.

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan dan menyajikan susu formula. Berikut tahapan yang dapat dilakukan:

1. Bersihkan permukaan meja yang akan digunakan untuk menyiapkan susu formula.
2. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, kemudian keringkan dengan lap bersih.
3. Rebus air minum sampai mendidih selama 10 menit dalam ketel atau panci tertutup.
4. Setelah mendidih, biarkan air tersebut di dalam panci atau ketel tertutup selama 10–15 menit agar suhunya turun menjadi kurang lebih 70? C. Atau gunakan 1 bagian air dingin dicampur dengan 2 bagian air panas.
5. Tuangkan air tersebut sebanyak yang dapat dihabiskan oleh bayi (jangan berlebihan) ke dalam botol susu yang telah disterilkan.
6. Tambahkan bubuk susu sesuai takaran yang dianjurkan pada label dan sesuai kebutuhan bayi.
7. Tutup kembali botol susu dan kocok sampai susu larut dengan baik.
8. Coba teteskan susu pada pergelangan tangan. Bila masih terasa panas, dinginkan segera dengan merendam sebagian badan botol susu di dalam air dingin bersih sampai suhunya sesuai untuk diminum.
9. Sisa susu yang telah dilarutkan dalam botol sebaiknya dibuang setelah 2 jam. Dalam suhu udara biasa di ruangan terbuka, susu formula yang belum diminum dapat bertahan 3 jam. Bila disimpan dalam kulkas dapat bertahan 24 jam. Hangatkan dengan cara merendam dalam air panas sebelum diberikan.

PERHATIKAN!

* Cermati kemasan ketika akan membeli susu formula. Apakah memang diperuntukkan bagi bayi dan usianya? Cermati tanggal kedaluwarsa. Perhatikan cara menyiapkan dan takarannya.
* Selama memberikan susu botol, seperti halnya memberikan ASI, hendaknya ada kontak kulit, mata, dan suara antara ibu dengan bayi. Bersenandunglah atau bercakaplah. Jangan tinggalkan bayi sendirian memegang botol sambil tiduran karena dikhawatirkan dapat tersedak.
* Jangan berikan susu ketika bayi belum lapar. Berikan sesuai porsi yang dibutuhkan dan buatkan sejumlah kebutuhannya.
* Jangan berikan susu formula full cream untuk bayi karena pencernaannya belum mampu menerima kandungan susu full cream dengan baik.

Sumber: kompas


Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Ada 5 Cara Jitu Bangunkan Anak di Pagi Hari

wanitaKUsehat

Membangunkan anak di pagi hari merupakan hal yang memusingkan. Si kecil yang malas bangun menjadi kendala utama. Untungnya ada beberapa langkah mudah untuk membangunkan anak, seperti yang dikutip dari sheknows.

1. Perhatikan perilaku tidur anak.
Anak yang sulit bagun pagi biasanya memiliki perilaku tidur yang buruk dan tidak mudah mengantuk di malam hari. Tanyakan pada si kecil apa yang menyebabkannya susah tidur. Pastikan anak untuk menghindari kafein di waktu sore dan malam hari.

2. Pastikan ia tidur dengan baik.
Kurangnya waktu tidur si kecil bisa jadi salah satu alasan mengapa ia susah bangun pagi. Waktu tidur setiap orang berbeda-beda, berikan ia waktu tidur yang sesuai untuknya. Rata-rata tidur anak kecil mulai dari 8 hingga 9 jam.

3. Coba cara membangunkan yang berbeda.
Untuk beberapa anak, mematikan lampu merupakan cara membangunkan paling tepat. Bagi anak lain, metode yang tepat adalah dengan cara mengguncang-guncangkan badan atau menyalakan alarm. Cari metode yang paling ampuh dan sesuai untuk anak Anda.

4. Buat sarapan.
Aroma sarapan yang nikmat bisa jadi salah satu trik agar si kecil tidak bangun dengan malas-malasan. Cobalah untuk memenuhi rumah Anda dengan aroma lezat yang akan menarik perhatian si kecil dari kamar mereka.

5. Berikan tanggung jawab.
Jika anak susah untuk bangun pagi karena selalu tidur malam yang dapat mengakibatkan keterlambatan tiba di sekolah, orang tua dapat memberi pelajaran dengan tidak membangunkan anak dan memberi kesempatan kepadanya untuk belajar dari kejadian tersebut. Pelan tapi pasti, cara ini akan meningkatkan tanggung jawab sang anak dengan sendirinya.

Eya Ekasari - wolipop

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Tips Agar Si Kecil Tidak Takut Ke Dokter Gigi

wanitaKUsehat

Banyak anak yang menganggap bahwa mengunjungi dokter gigi adalah hal yang menakutkan. Berikut cara agar si kecil tidak takut ke dokter gigi.

Biasanya gigi susu tumbuh pada saat si kecil berusia dua tahun. Oleh karena itu, ajaklah ia untuk memeriksakan giginya sedari dini. Berikut, dua cara agar si kecil tidak takut pergi ke dokter gigi, seperti yang dikutip dari health24.

1. Kunjungan pertama anak tidak boleh saat ia sedang sakit gigi. Hal ini dapat menyebabkan trauma pada si kecil sehingga ia tidak ingin datang lagi ke dokter gigi.

2. Merawat kesehatan gigi yang baik bagi seorang anak adalah dengan membiasakannya berkunjung ke dokter gigi secara rutin sejak awal. Hal ini bisa membantu si kecil menghilangkan kebiasaan buruk mereka, seperti memakan makanan manis dan jarang menggosok gigi.

Menurut dr. Nadia Mohamed, dokter gigi anak, membiasakan anak pergi ke dokter gigi sejak awal merupakan salah satu langkah tepat agar si kecil tidak takut kepada dokter gigi. selain itu, kunjungan ke dokter gigi juga dapat memberikan perawatan yang maksimal terhadap gigi anak sebelum terjadi masalah-masalah serius.

Eya Ekasari - wolipop

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Apabila Si Bayi Terserang Flu

wanitaKUsehat

Nama lain flu adalah influenza, common cold, batuk pilek, atau kadang, masuk angin. Biasanya penularan terjadi saat penderita awal terbatuk, bersin, dan terlontar melalui kontak tangan. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus yang jenisnya sangat banyak, tetapi gejalanya mirip.

Diterangkan oleh dr Suririnah, dalam bukunya yang berjudul Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 Bulan, mengatakan, gejala flu antara lain; batuk, pilek, bersin, nafsu makan menurun, nyeri bila menelan makanan, dan demam (biasanya tak lebih dari 38.5 derajat Celsius).

Flu sebenarnya bukan penyakit berbahaya, karena jarang menimbulkan komplikasi, meski disertai demam tinggi sekalipun. Namun, meski tidak berbahaya, bayi dan anak yang terkena flu akan cukup terganggu. Umumnya, anak jadi sulit tidur, tak mau makan, dan rewel. Perlu diwaspadai pula, jika kondisi daya tahan tubuh anak menurun, bisa terjadi komplikasi; pneumonia, bronkitis, infeksi telinga, sinus, atau hingga infeksi telinga tengah.

Dr Suririnah berbagi tips bagaimana menangani flu pada anak;
* Pastikan si anak mendapat istirahat dan cairan yang cukup. Beri ASI atau susu sesering mungkin, atau makanan padat (jika sudah mulai), seperti sup dan buah-buahan untuk tambahan cairan.

* Untuk bayi yang kurang dari 6 bulan, bantu bayi mengeluarkan ingus dengan alat penyedot ingus yang banyak di pasarran.

* Bantu ia mengeringkan lendir di daerah kepala dengan meletakkan selimut yang dilipat di antara kasur dan ranjangnya di bagian kepala, agar posisi kepala lebih tinggi.

* Perlu diketahui, bahwa penyebab flu adalah virus, dan tidak akan bereaksi dengan antibiotika. Dokter baru akan memberi antibiotika jika sudah terjadi komplikasi infeksi bakteri, seperti radang paru-paru atau infeksi telinga.

* Periksa suhu tubuh bayi dengan termometer khusus untuk memastikan suhunya tetap dalam kondisi yang baik.

Bayi baru lahir sering bersin untuk mengeluarkan sisa lendir dan sebagai reaksi tubuh untuk membersihkan jalan napas yang teriritasi. Keadaan ini normal, dan bukan tanda-tanda flu. Namun, jika Anda merasa ada keraguan, sebaiknya selalu konsultasikan dengan dokter anak kepercayaan Anda.

KOMPAS

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Apakah Baby Walker Tidak Disarankan?

wanitaKUsehat

Baby walker, alat untuk bantu anak belajar berjalan ternyata tak disarankan. Baby walker biasanya menahan bayi dalam posisi berdiri dengan penahan kain, dan membantunya berjalan dengan roda di sekelilingnya. Buat para orang tua, produk ini amat membantu karena tak perlu dipegangi seharian. Namun, ternyata produk ini tidak disarankan untuk bayi.

American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan, produk ini bisa sebabkan bayi terluka serius. Berikut alasannya:
* Diperkirakan, produk baby walker adalah produk bayi yang paling banyak menyebabkan kecelakaan pada bayi ketimbang produk lainnya.

* Bayi yang berada dalam produk ini dilaporkan mengalami banyak kecelakaan. Mulai dari kecelakaan di sekitar kompor panas, kolam, dan furnitur rumah tangga.

* Kebanyakan anak berusia di bawah 15 bulan yang mengalami kecelakaan menggunakan baby walker terluka di sekitar tangga.

* Bahkan gerbang yang dipasang di ujung tangga tidak bisa mencegah anak terluka di sekitar tangga, meski dijaga oleh orang dewasa sekalipun.

* Riset mengatakan, bahwa baby walker tidak menguntungkan bagi perkembangan bayi. Baby walker tidak mengajarkan anak atau membantu mereka berjalan lebih cepat ketimbang bayi yang tidak menggunakannya. Baby walker mencegah kesempatan anak untuk belajar menarik dirinya berdiri, merangkak, dan memanjat.

* Boks bayi yang berisi mainan anak adalah pilihan yang lebih baik ketimbang baby walker. Tempat ini memberikan banyak aktivitas untuk menstimulasi bayi sambil menjaga keamanan mereka.
KOMPAS

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Pasang Lagu Pop dan Rock Bikin Nyenyak Bayi

wanitaKUsehat

BILA selama ini Anda merasa bosan mendendangkan lagu "Nina Bobo" atau lagu tradisional lainnya saat menidurkan bayi. Lagu-lagu dengan jenis musik pop atau rock kini juga dapat dipertimbangkan menjadi alternatif baru.

Para ibu di Indonesia sepertinya dapat berkaca pada fenomena di Inggris. Para ibu di sana kini telah mulai banyak meninggalkan lagu-lagu pengantar tidur (lulabies) tradisional dan beralih ke lagu-lagu yang lebih nge-pop, bahkan rock sekalipun.

Hasil jajak pendapat terhadap 2.000 ibu yang dilakukan The Baby Website menunjukkan, lagu-lagu seperti Angel yang dibawakan Robbie Williams atau Wonderwall yang dilantunkan grup Oasis tercatat sebagai tembang pengantar tidur paling favorit.

Survei itu juga menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen atau dua per tiga responden menilai, lagu rock dan pop terbukti lebih efektif untuk membuat bayi cepat lelap ketimbang menyanyikan "Rock a Bye Baby".

Menurut para ahli yang melakukan penelitian, hasil temuan ini sungguh mengejutkan. Juru bicara The Baby Website, Kathryn Crawford, menduga, para ibu saat ini telah terpengaruh oleh musik yang mereka dengar sepanjang hari.

"Kami sangat terkejut dengan temuan bahwa para ibu lebih suka mendendangkan lagu-lagu pop ketimbang lagu tradisional," ujarnya,

"Saya manganjurkan para ibu menyetel radio saat berada di rumah bersama bayi. Lirik-lirik yang menarik membuat mereka mustahil untuk menyanyikan lagu lainnya saat di tempat tidur, tambahnya.

Dari jajak pendapat juga terungkap 13 persen ibu menilai lagu-lagu pengantar tidur yang ada terlalu kuno, sedangkan satu di antara 10 ibu mengaku tidak ingat lirik lagu-lagu tersebut.

Hampir 50 persen dari ibu mengatakan bahwa mereka menyanyikan lagu-lagu untuk menenangkan bayi ketika si kecil terkejut atau gelisah, sedangkan satu per tiga ibu selalu rutin menyanyikan lagu hingga bayi mereka tertidur.

Simon Cooper dari Mother and Baby Music, produsen CD musik untuk orangtua mengatakan, "Bayi membutuhkan ambient dan suara ritmik untuk menenangkan mereka. Itulah yang mereka peroleh dalam kandungan. Sejumlah musik pop akan memberi mereka hal ini, tetapi tentu tidak semuanya."

Daftar 10 Lagu Favorit :
1. Patience - Take That
2. Angels - Robbie Williams
3. I Kissed a Girl - Kate Perry
4. You're Beautiful - James Blunt
5. Love Me Tender - Elvis Presley
6. Beautiful - Christine Aguilera
7. Warwick Avenue - Duffy
8. Sweet Child O' Mine - Guns N' Roses
9. Wonderwall - Oasis
10. Girls - Sugababes
KOMPAS

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Tips Mengenal Pola Tidur Bayi

wanitaKUsehat

Tidur amat penting bagi anak. Tidur memungkinkan tubuh beristirahat untuk memulihkan stamina. Tidur berkualitas memiliki peran krusial pada kondisi perkembangan kesehatan jiwa anak, disamping dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Nah, bagaimana dengan bayi, seperti apa pola tidur yang baik untuknya?

Porsi tidur bayi baru lahir yang kurang lebih 18 jam sehari ini waktunya tidak menentu, mengingat jam biologisnya masih belum matang. Memasuki usia 2 bulan, pola tidur tersebut akan bergeser, namun waktunya pun belum menentu.

Masuk usia 3-6 bulan, jumlah tidur siang akan berkurang, kira-kira 3 kali dan akan terus berkurang. Pada masa ini, tidur bayi seringkali amat aktif, mereka bisa tersenyum, mengisap, dan tampak gelisah. Masuk usia 6-12 bulan, bayi hanya tidur siang 2 kali. Menjelang usia 1 tahun biasanya ia hanya perlu tidur siang sekali saja, sisanya akan dihabiskan pada malam hari. total jumlah waktu tidur berkisar antara 12-14 jam per hari.

Tidur bayi dibagi menjadi fase aktif dan non aktif. Pembagian ini berdasarkan gelombang otak. Fase non aktif bisa disamakan dengan fase non-REM pada orang dewasa dan fase aktif adalah fase REM. Pada bayi yang baru lahir, 50 persen dari tidurnya ada di fase aktif/REM. Ini menunjukkan pentingnya fase REM bagi perkembangan otak bayi. Dengan bertambahnya usia, tidur aktif akan semakin berkurang hingga pada dewasa yang hanya 20-25 persen saja. Pada tidur non aktif, bayi akan tampak tidur lelap, diam, dan amat tenang, hingga ada istilah sleep like a baby.

Untuk diketahui, kualitas tidur bayi tidak dapat dinilai secara kasat mata. Harus dilihat dengan alat pendukung. Tapi untuk mudahnya, saat bayi tidur dan kita melihat bola matanya bergerak-gerak di balik kelopak mata, berarti ia dalam fase tidur aktif.

Untuk diketahui, bai tidak mempunyai masalah tidur. Tetapi masa bayi adalah masa pematangan jam biologis, hingga penting bagi orangtua untuk mengenalkan kebiasaaan tidur yang baik padanya sejak sedini mungkin. Kenalkan padanya untuk beraktivitas di siang hari dan tidur di malam hari.

Narasumber: dr. Andreas A. Prasadja, RPSGT, Sleep Disorder Clinic RS Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat.


KOMPAS

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Ada 8 Pertanyaan Seputar Tidur Anak

wanitaKUsehat

Apa istirahat yang terbaik bagi si kecil? Jawabnya adalah tidur. Si batita umumnya butuh waktu tidur sekitar 10-11 jam per hari. Kurang dari itu, istirahatnya tidak maksimal. Alhasil, sebangun tidur ia cenderung rewel atau uring-uringan. Namun, tak jarang anak usia ini pun sulit bangun pagi. Nah, di bawah ini ada berbagai pertanyaan yang kerap diajukan orangtua seputar tidur anak batita. Semoga jawabannya dapat lebih mencerahkan kita semua.

1. Bolehkah minum susu sebelum tidur?
Boleh saja. Pemberian susu sebelum tidur dapat menenangkan dan mengenyangkan sehingga membuat tidur anak lebih nyenyak. Penggunaan botol juga tidak dilarang. Namun setelah selesai minum susu, bersihkan mulut anak, gosok gigi, dan minum air putih sebagai upaya pencegahan agar gigi geliginya tidak rusak. Setelah anak berusia 2 tahun ke atas, minum susu dari gelas amat disarankan.

2. Bila si kecil belum mau tidur, perlukah dipaksa?
Sebaiknya tidak. Pemaksaan merupakan hal yang tidak menyenangkan, sehingga akan membuat anak semakin sulit tidur. Yang perlu dilakukan adalah mengondisikan anak untuk mudah tidur. Antara lain dengan meredupkan lampu kamar, menghilangkan kegaduhan, dan mendongengi anak. Dengan kondisi ini diharapkan anak akan lebih mudah tidur.

3. Bolehkah nonton televisi sebelum tidur?
Sebaiknya tidak. Warna, suara, adegan, dan gambar yang ditampilkan di televisi akan membuat anak semakin melek. Ahli pun tidak menyarankan untuk meletakkan pesawat TV di dalam kamar mengingat gelombang elektromagnetis yang dipancarkan TV dapat mengganggu kesehatan.

4. Dongeng seperti apa yang cocok dibacakan untuk batita sebelum tidur?
Dongeng sebelum tidur sebaiknya yang dapat menenangkan pikiran anak dan tidak terlalu panjang. Tentang itik yang sangat sayang pada anak-anaknya, tentang panda yang bermain di taman indah, tentang elang yang pandai terbang, dan lainnya. Kisah yang menakutkan, sedih, atau yang membuatnya tertawa terbahak-bahak hanya akan membuatnya sulit tidur. Bacakan cerita dengan santai dan suara yang lembut.

5. Sebaiknya lampu dimatikan atau tidak?
Menjelang tidur sebaiknya tidak terlalu banyak cahaya di dalam kamar. Redupkan lampu, namun jangan sampai gelap gulita. Ruangan yang terlalu benderang akan menyulitkan batita tidur lantaran belum tercapainya self-control yang optimal. Ia justru sangat tertarik pada cahaya. Terlalu benderang pun membuatnya sulit tidur pulas karena ruangan menjadi panas sehingga ia kerap uring-uringan. Sebaliknya kondisi gelap gulita berbahaya karena Anda jadi tidak dapat mengontrol keadaan anak dengan baik. Pada anak -anak yang tidak suka gelap pun, kondisi ini akan membuatnya tidak nyaman.

6. Perlukah si batita tidur siang?
Yang terpenting adalah si batita dapat memenuhi kebutuhan tidurnya yang 10-11 jam setiap hari. Tidur siang dapat memudahkan Anda memenuhi kebutuhan tidurnya. Misalnya, 1-2 jam di siang hari, dan 9-10 jam di malam hari. Tidur siang pun dapat mengurangi tingkat keletihan anak. Si batita juga bisa mendapatkan manfaat lebih maksimal dari aktivitasnya. Namun jika si kecil menolak tidur siang, biarkan saja selama ia tidak bermasalah (mudah marah karena terlalu letih, rewel, ngambek). Penuhi kebutuhan tidur malamnya dengan baik.

7. Kenapa ritual sebelum tidurnya aneh-aneh? Contohnya, memeluk bantal/guling belel, memakai selimut dekil, memegang-megang rambut ibunya, dan sebagainya.
Kebiasaan ini sebenarnya tak merugikan, justru akan membuat anak merasa nyaman. Namun sebisa mungkin hentikan "ritual" ini. Dikhawatirkan pada situasi tertentu, dimana anak tidak bisa melakukan ritualnya, ia akan mengalami sulit tidur.

Ubahlah "ritual" secara perlahan. Pada batita yang tak mau pisah dengan selimut belelnya, misalnya, pisahkan ia dari selimutnya itu selama 10 menit pada awalnya, lalu 20 menit, 30 menit, dan seterusnya. Lakukan "negosiasi", "Selimutnya harus dicuci supaya bersih!" Hargai anak jika ia mau melepas kebiasaannya, dengan pujian, belaian, atau pelukan. Kemudian cari objek pengganti yang lebih "sehat" seperti bantal bersih, boneka, dan lainnya.

8. Kapan si batita mulai tidur sendiri?
Di usia 2-3 tahun sudah muncul dorongan untuk mandiri. Tetapi jangan berharap besar si batita langsung mau tidur di kamar sendiri. Ajarkan secara perlahan. Boleh saja si kecil tidur sekamar dulu dengan kakak, namun tempat tidurnya harus berbeda, terutama jika berlainan jenis kelamin. Jika di tengah malam ia mencari-cari orangtuanya dan meminta pindah lagi ke kamar, ya tak masalah. Intinya, jika anak belum siap, jangan paksakan. Tunggu ia sampai benar-benar siap. Umumnya pada usia 7 tahun anak baru benar-benar siap tidur sendiri.

(Irfan Hasuki/Nakita)

KOMPAS

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Jika Kurang Tidur Picu Obesitas pada Anak

wanitaKUsehat

Ya, anak bayi yang mungil, tetapi tembem dan montok memang lucu. Namun, hati-hati, bayi yang kelewat gemuk bisa terancam sakit di masa depannya. Obesitas atau kegemukan bisa terjadi pada anak yang kurang tidur pada malam hari.

Sebuah studi yang dilansir Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine mengatakan, bayi dan anak yang waktu tidurnya kurang dari 10 jam tiap malam bisa mengalami kenaikan berat badan dari normal ke berat badan berlebih, dan kemudian obesitas hanya dalam 5 tahun.

Sebuah fakta yang mencengangkan terjadi selama 30 tahun terakhir ini tercatat oleh University of Washington. Berat badan bayi dan anak-anak dalam rentang waktu ini mengalami kenaikan dua kali lipat untuk rentang usia 2-5 tahun dan tiga kali lipat untuk anak usia 6-11 tahun.

Sang peneliti, Janice Bell, mengamati 2.000 anak dan mengambil kesimpulan bahwa untuk menjaga berat tubuh yang sehat, dibutuhkan waktu tidur yang cukup. Hal ini sama pentingnya dengan berdiet dan aktivitas fisik.

Secara umum, bayi yang baru lahir butuh waktu tidur 10,5 jam-18 jam per hari, bayi berusia 3-12 bulan tidur selama 12 jam per hari, dan anak balita usia 1-4 tahun sebaiknya tidur 12 jam-14 jam per hari. Namun, waktu tidur pada malam hari yang terganggu, menurut Bell, tidak bisa tergantikan dengan tidur siang.

Dr Douglas Husbands, nutrisionis klinis, mengatakan, "Pada anak-anak, ada pergerakan antara insulin dan hormon pertumbuhan. Hormon pertumbuhan paling banyak diproduksi pada malam hari saat anak tertidur. Kekurangan waktu tidur berarti si anak akan kekurangan hormon pertumbuhan."

Saat bayi tidak mendapat cukup tidur, tubuhnya berada dalam mode darurat. Saat itu pula, hormon stres, kortisol, dikeluarkan. Jika ini terjadi, tubuh akan menyimpan lemak lebih banyak dan artinya tubuh yang ideal akan sulit tergapai.

Tak hanya itu, hormon yang membantu kita untuk tidur, melatonin, pun akan sulit keluar. Padahal, jika hormon itu tidak keluar, kortisol yang akan keluar. Si bayi pun akan sulit tidur, saat itu pula tubuhnya akan mengirim sinyal kelaparan, dan ia pun akan menangis untuk minta susu.

Kurangnya waktu tidur bisa menyebabkan si kecil menghindari aktivitas fisik, karena mereka terlalu lelah untuk menggerakkan tubuhnya. Alhasil, berat badan naik karena energi tidak terbakar.
KOMPAS

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Apakah Sebaiknya Bayi Tidur Bersama Orangtua atau Sendiri?

wanitaKUsehat

Anda baru saja mendapatkan anugerah dari Sang Maha untuk memelihara dan mengasuh seorang anak. Akhirnya ia diperbolehkan oleh dokter untuk kembali ke rumah bersama Anda. Saking tak ingin lepas darinya, Anda pun membawa dia tidur bersama Anda di tempat tidur. Namun, apakah mengajak bayi tidur seranjang dengan Anda adalah tindakan terbaik atau sebaiknya si bayi tidur di kamar sendiri?

Menurut dr Suririnah, penulis Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 Bulan, tidur seranjang dengan bayi atau memisahkan si bayi di kamarnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Jika bayi dibiarkan tidur di kamar sendiri, maka orangtua bisa beristirahat tanpa terganggu. Menurut dr Suririnah, bayi mungkin sesekali akan terbangun jika ia berada di kamar tersendiri. Disarankan untuk menggunakan monitor suara bayi yang dihubungkan ke kamar Anda. Namun, perlu dicamkan bahwa tak ada yang bisa menggantikan pengawasan langsung dari orangtua dan jangan bergantung sepenuhnya pada alat monitor.

Orangtua yang memilih untuk mengajak bayinya tidur seranjang dengannya akan mendapatkan keuntungan bahwa Anda akan lebih mudah dan cepat memenuhi kebutuhan si bayi saat itu juga serta bisa memonitor si bayi secara langsung. Ditambahkan dr Suririnah, sindroma kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome) akibat bayi lupa bernapas lebih rendah pada bayi yang tidur seruangan dengan orangtuanya. Namun, saat orangtua memutuskan bayi tidur seranjang, ada kemungkinan saat orangtua tertidur sangat lelap, si bayi bisa tertimpa atau terjepit tanpa Anda sadari.

Disarankan, untuk bayi yang baru pulang ke rumah hingga beberapa minggu ke depan, letakkan dia di dalam ranjang tersendiri tetap dalam ruangan yang sama dengan orangtuanya. Menurut dr Suririnah, hal tersebut merupakan solusi teraman dan menyenangkan.

Yang mesti diperhatikan saat tidur seruangan dengan bayi, bersihkan kamar dari rokok, alkohol, atau obat-obatan. Rokok bisa mengakibatkan kematian bayi mendadak. Adapun obat yang menyebabkan kantuk dan alkohol bisa membuat orangtua lupa atau terlena bahwa bayi ada dekat Anda.

Pasangan yang baru menjadi orangtua juga butuh waktu tidur. Sementara itu, bayi-bayi yang baru lahir biasanya tidak bisa tidur sepanjang malam sampai mereka memiliki berat badan dua kali berat badan lahirnya. Biasanya, bayi berusia 3-4 bulan sudah memiliki pola tidur stabil.

KOMPAS

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Fenomena Aktivasi Otak Tengah yang Bikin Heboh

wanitaKUsehat

Ingin anak Anda berkembang di atas rata-rata? Apakah Anda ingin memberi anak Anda kemampuan seperti para pesulap besar? Ingin anak Anda berprestasi sangat tinggi di sekolah dan kehidupan?

Pelatihan ini memberikan kemampuan- kemampuan itu dalam waktu dua hari! Begitulah bunyi promosi yang dilayangkan sebuah lembaga yang menawarkan aktivasi otak tengah.Ya,fenomena aktivasi otak tengah (midbrain/ mesenchephalon) dalam waktu setahun terakhir menjadi pembicaraan banyak orang tua. Memang sudah banyak kesaksian dan testimoni yang mendukung argumentasi tentang efektivitas aktivasi otak tengah terhadap peningkatan kercerdasan, namun hingga saat ini banyak pihak meragukan sisi ilmiahnya. Fenomena ini pula yang membuat guru besar psikologi Universitas Indonesia Sarlito Wirawan Sarwono geram.Dia mengkritik keras fenomena aktivasi otak tengah yang berkembang belakangan.

Sarlito terutama menekankan pada lemahnya sisi ilmiah dampak aktivasi otak tengah terhadap kecerdasan anak. Menurut dia, maraknya fenomena pelatihan tentang aktivasi otak tengah semakin meresahkan. Alasannya, hingga saat ini belum ada argumentasi ilmiah yang mendukung kesimpulan bahwa aktivasi otak tengah bisa membantu meningkatkan kecerdasan anak. ”Semua masih berdasarkan kesaksian dan testimoni. Jika ingin mengklaim sebagai sesuatu yang ilmiah, maka harus didukung dengan metode ilmiah dan verifikasi yang terukur. Jadi harus standar,” ujar Sarlito kepada SINDO. Hingga kini belum ditemukan laporan riset atau paper di jurnal ilmiah yang membahas korelasi antara aktivasi otak tengah dengan tingkat inteligensi.

Untuk menjadi cerdas dan genius tidak mudah, tetapi harus melalui proses panjang. Antara lain seorang genius memiliki IQ tinggi, kemampuan untuk berinovasi, ketekunan, dan fokus pada apa yang dipelajarinya. ”Saya menjadi gerah dengan fenomena aktivasi otak tengah ini karena ada salah satu mahasiswa saya yang mengaku menjadi korban dari trainingyang hanya dua hari dengan biaya jutaan rupiah tapi katanya bisa membuat anak menjadi cerdas, berakhlak, dan memiliki emosi yang bagus,”papar Sarlito. Saking geramnya Sarlito mengibaratkan fenomena maraknya aktivasi otak tengah ini tidak berbeda dengan fenomena Mak Erot, wanita yang dikenal mampu memperbesar alat reproduksi kaum pria. Banyak kesaksian yang melingkupi, tapi tidak bisa dibuktikan khasiatnya secara ilmiah.

”Jika mereka melakukan kegiatan dengan benar tanpa alasan ilmiah segala, saya tidak ungkit,” keluh Sarlito. Pelatihan aktivasi otak tengah (saat ini) hanya diperuntukkan bagi anak usia 5–15 tahun.Menurut Sarlito, anak-anak usia 5–15 tahun adalah masa di mana mereka suggestible. Mata mereka ditutup kain dan disugesti untuk bisa melihat, maka mereka akan merasa bisa melihat.Atau sangat mungkin ada celah di antara hidung yang bisa digunakan anak untuk mengintip. Wajar saja kalau mereka bisa menggambar atau membaca. ”Untuk semakin membuktikannya, kita lihat saja 10 tahun lagi anakanak yang katanya bisa menjadi genius itu akan menjadi apa,” tantangnya.

Sarlito juga mengkritik secara keras argumentasi yang menyebutkan bahwa aktivasi otak tengah bisa menyeimbangkan emosi dan menumbuhkan rasa empati anak. Sehingga si anak akan memiliki akhlak mulia.Padahal, untuk membangun karakter dan akhlak seseo r a n g , peranan terbesar adalah dari pendidikan dan lingkungan. Selain itu prosesnya juga butuh waktu lama dan bersifat dinamis. Prinsipnya, masyarakat harus bersikap kritis terhadap segala sesuatu yang bersifat instan. Bagaimanapun fenomena semacam aktivasi otak tengah yang demikian populer ini akan tetap berulang di masa mendatang. Situasi itu contohnya pada fenomena metode belajar matematika dengan teknik sempoa atau kumon yang sempat meraih popularitas.

Meski saat ini metode-metode tersebut tidak mati,namun popularitasnya sudah surut. Demikian pula aktivasi otak tengah, bisa jadi nanti akan digantikan fenomena lain yang tidak kalah populernya. Terkait otak tengah ini Sarlito menjelaskan, bagian otak ini berfungsi untuk mengoordinasikan semua stimulus indra perasa sebelum didistribusikan ke bagian-bagian otak lain.Adapun kecerdasan terletak pada kulit otak yang tersebar. Otak tengah adalah bagian terkecil dari otak yang berfungsi sebagai relay station untuk penglihatan dan pendengaran. Dalam pandangan Sarlito, otak tengah tidak mengurusi inteligensi, emosi, apalagi aspek-aspek kepribadian lain seperti sikap, motivasi, dan minat.

Berbeda dengan Sarlito, penulis buku Dahsyatnya Otak Tengah Hartono Sangkanparan menjelaskan, yang dimaksukan genius dengan otak tengah adalah keseimbangan dalam memakai seluruh bagian otak secara bersamaan.Tidak ada lagi pemisahan-pemisahan. Karena otak sebenarnya memang bekerja secara terintegrasi dengan tingkat kompleksitas yang tinggi. Secara mudah genius yang dimaksudkan adalah keseimbangan antara IQ dan EQ ditambah dengan loving inteligence (kemampuan mengasihi orang lain). ”Diharapkan generasi baru ini akan menjadi orang-orang yang berpikiran terbuka,positif,kreatif, dan baik hati. Karena otak tengah mempunyai fungsi koordinasi, dengan aktifnya otak tengah, kecerdasan secara umum akan meningkat,” ujar Hartono yang juga pernah mengikutkan anaknya pada program pelatihan aktivasi otak tengah ini kepada SINDO.

Menurut dia, secara umum kecerdasan yang muncul adalah kecerdasan dasar yang sudah ada di otak anak, tetapi belum terlihat manifestasinya.Beberapa di antaranya adalah meningkatnya konsentrasi, daya ingat,daya tangkap, kreativitas, daya analisa. Otak tengah adalah bagian integ ral d a r i otak.Tidak dapat dipisahkan dengan otak kanan, kiri, depan, belakang. Mereka semua terkait dalam satu kesatuan. ”Beberapa orang yang salah mengerti menjelaskan seolah-olah otak tengah adalah otak superior yang mengalahkan otak lain. Mungkin ada yang menyangka kita tidak perlu otak lain selain otak tengah.Tentu saja ini tidak benar.

Otak tengah adalah bagian dari otak manusia yang tidak dapat dipisahkan dari bagian otak yang lain,”paparnya. Selama ini sebagian kalangan yang mengklaim sisi positif aktivasi otak tengah juga meyakini bahwa bagian kecil dari otak ini berfungsi menghubungkan otak kanan dan otak kiri.Tetapi, pada kalangan medis hal itu dibantah dan dianggap sebagai sebuah kesalahan fatal. Karena dalam kacamata medis, otak tengah (mesenchephalon) tidak berada di tengah-tengah, antara otak kanan dan otak kiri, melainkan berada di tengah-tengah antara otak depan dan otak belakang. Pandangan ini juga diperkuat tulisan Arman Yurisaldi dalam bukunya ”Mengungkap Misteri Otak Tengah” yang menyebutkan, otak tengah (midbrain), secara anatomik adalah bagian penghubung otak depan (forebrain) dengan otak belakang (hindbrain).

Lalu,P Sidharta dan G Dewanto dalam buku Anatomi Syaraf Pusat Manusia menulis bahwa penghubung antara otak kiri dan kanan adalah corpus callosum.Karena itu, bagi kalangan yang ”menentang” program aktivasi otak tengah menyatakan, kesalahan fatal ini membuktikan bahwa secara anatomi,para praktisi otak tengah tidak dapat dipercaya dalam sisi ilmiahnya.

seputar-indonesia

Masukkan Email Anda Disini untuk dapat artikel terbaru dari WanitaKUsehat:

Delivered by wanitaKUsehat

Selengkapnya...

Gelang Cantik Untuk Si Upik

wanitaKUsehat

Kini banyak aksesoris untuk Si Upik. Namun dengan gelang cantik kreasi sendiri ini akan membuat penampilan buah hati Anda berbeda dengan teman-temannya.

BAHAN DAN ALAT:
Botol air mineral plastik, tali rafia, hiasan bunga, kancing, manik atau payet, double tape lem, cutter serta gunting.

CARA MEMBUAT:
1. Bersihkan botol plastik bekas dan keringkan.

2. Potong sesuai besar urat botol (bagian yang menonjol, lihat gambar) menggunakan cutter hingga membentuk bulatan.

3. Selimuti seluruh permukaan bulatan dengan tali rafia hingga penuh.

5. Biarkan si kecil menghias sendiri permukaan gelang dengan aneka hiasan seperti kancing, bunga plastik, atau manik-manik.

Selain untuk dikenakan sendiri, gelang-gelang ini juga dapat dijadikan suvenir ulang tahun anak Anda, lho.
Tabloid Nova
Selengkapnya...

Autisme dan Keterbelakangan Mental Berhubungan Dengan Protein

wanitaKUsehat


Autisme dan keterbelakangan mental berpangkal pada synapse, persimpangan antar sel yang terus-menerus mengirim informasi dari neuron satu ke lainnya dalam sistem saraf. Menurut peneliti dari Universitas Tufts di Boston, protein APC (adenomatous polyposis coli) memegang peran utama dalam proses pendewasaan synapse

"Penelitian kami membuktikan, protein APC memastikan kedua sisi synapse tumbuh seimbang sehingga berfungsi optimal," kata peneliti medis senior Universitas Tufts, Michele H Jacob, seperti dikutip Science Daily, Selasa (24/8). Timnya meneliti fungsi APC dan menemukan tanpa adanya APC yang normal, synapses tidak kunjung dewasa, baik struktur maupun fungsi.

Selama ini, ilmuwan mengaitkan autisme dengan mutasi gen neuroligin dan neurexin. Namun hanya sedikit informasi tentang mekanisme penempatan protein ini di synapse. "Dari penelitian laboratorium, kami simpulkan APC dibutuhkan untuk menarik neuroligin dan neurexin bagi synapse," kata Jacob

Penelitian ini dimuat dalam Jurnal Ilmu Saraf terbitan Agustus. Berikutnya, peneliti akan melanjutkan penelitian untuk melihat dampak penghapusan APC dari sistem saraf.

SCIENCE DAILY | REZA M)
Selengkapnya...

Sering Bicara pada Bayi Bantu Perkembangan Otaknya

wanitaKUsehat

Sebuah studi terbaru mengatakan bahwa berbicara dengan bayi yang masih berusia 3 bulan-an bisa memengaruhi perkembangan kognitif dan membantu otaknya membentuk kategori. Riset juga mengatakan bahwa bayi yang belajar untuk mengasosiasikan suatu obyek dengan kata-kata ketimbang gambar lebih bisa melakukan pembagian lebih baik.

Susan Hespos, profesor psikologi di Northwestern University, mengatakan bahwa mengajak bayi berbicara sejak dini akan membantu perkembangan otak dan kognisinya. Dalam studi yang dipublikasikan di Child Development, para peneliti membandingkan efek antara kata-kata dan suara pada kemampuan kognisi bayi yang berusia antara 3-4 bulan.

Semua bayi diperlihatkan gambar ikan, kemudian disambung dengan kata atau suara "bip". Para bayi yang ada dalam grup "kata-kata" diberitahu seperti, "Lihat, ini toma (kata yang dikarang untuk ikan)" saat mereka melihat gambar ikan itu. Para bayi yang ada di grup "pendengaran" mendengar suara "bip" menghubungkan antara intonasi dan durasi.

Kedua grup tersebut kemudian dites kemampuan mengategorikan sesuatu dengan dipertunjukkan gambar ikan lain dan seekor dinasaurus bersampingan, para peneliti kemudian meneliti berapa lama mereka melihat gambar tersebut. Jika si anak sudah membentuk kategori yang lebih familiar dengan ikan dalam otaknya, ia akan melihat gambar itu lebih lama.

Hasil penelitian menunjukkan, bayi yang mendengar kata-kata membentuk kategori tersendiri untuk ikan ketimbang mereka yang hanya mendengar suara "bip".

"Kami memperkirakan bahwa ucapan manusia, khususnya yang ditujukan langsung kepada si bayi, membantunya untuk memerhatikan suatu obyek dan membentuk sebuah kategorisasi," ungkap Sandra Waxman, profesor psikologi di Northwestern University. "Kami yakin, seiring berjalan waktu, efeknya akan makin baik seiring si bayi mulai bisa membedakan tiap kata yang terucap kepadanya untuk membedakan arti dan perbedaan kata itu, dan memetakan kata itu menjadi sebuah makna," tambahnya.(kompas)
Selengkapnya...

Tips Agar Babysitter Betah di Rumah

wanitaKUsehat


Mempekerjakan babysitter butuh teknik tepat. Setidaknya agar pengasuh anak yang bekerja untuk keluarga Anda tidak mudah berpindah ke lain rumah, atau mencari alasan untuk tak kembali bekerja. Tak sedikit babysitter, yang mencari berbagai alasan untuk tidak kembali bekerja, termasuk usai lebaran.

Jika Anda merasa cocok dengan kinerja babysitter saat ini, membangun hubungan yang baik bisa melanggengkan relasi kerja. Simak saran Ella Walsh, penulis situs Kidspot berikut:

Perlakukan secara adil
Siapapun akan senang dan merasa nyaman bekerja jika diperlakukan dengan adil. Begitupun dengan babysitter Anda. Perlakukan mereka dengan adil. Tugas pokok babysitter adalah menjaga dan mengasuh bayi selama Anda meninggalkan di rumah. Jadi, jangan memanfaatkan tenaganya untuk melakukan pekerjaan ekstra untuk urusan rumah tangga. Lagipula, pekerjaannya sebagai pengasuh bayi takkan berjalan maksimal jika harus membersihkan rumah dan menyetrika baju Anda bukan?

Berilah dukungan
Membangun hubungan yang sehat perlu dilakukan dengan para pekerja di rumah tangga, termasuk babysitter. Jika babysitter melaporkan sesuatu hal buruk yang terjadi di rumah, jangan bersikap defensif. Anda tetap butuh tahu apa saja yang terjadi saat tak ada di rumah. Dengarkan laporan babysitter Anda, misalnya tentang perangai buruk anak di rumah. Anda bisa mencari tahu solusi yang tepat untuk mengatasinya dengan menyimak informasi dari babysitter. Dukunglah pekerjaannya, dan tidak mudah bersikap mendeskreditkan yang hanya membuat babysitter sungkan berbicara dengan Anda.

Berikan perhatian
Saat harus meninggalkan rumah, selalu pastikan persediaan makanan cukup. Bukan sekadar untuk bayi Anda, namun juga untuk pengasuhnya. Babysitter juga membutuhkan perhatian Anda. Jangan pernah meninggalkan rumah dengan lemari pendingin dalam keadaan kosong dengan makanan dan minuman. Tinggalkan juga rumah dengan menyediakan makanan ringan.

Tinggalkan catatan
Catatan kecil menjadi pengingat paling efektif daripada sekadar menitipkan pesan verbal. Terutama bagi babysitter yang belum berpengalaman. Selalu tinggalkan catatan berisi informasi penting agar babysitter menjalankan tugasnya dengan baik. Catatan tersebut, utamanya berisi:
* Nomor ponsel atau kantor Anda. Jika perlu tuliskan juga nomor telepon anggota keluarga lain untuk mengantisipasi jika Anda tak bisa dihubungi.
* Nomor telepon darurat, seperti tetangga, dokter, rumah sakit, pemadam kebakaran, dan lainnya.
* Rutinitas kegiatan anak Anda.
* Peraturan dalam rumah tangga yang Anda bangun bersama pasangan.
* Tempat menyimpan kotak obat-obatan atau P3K.

Anda punya cara lain yang membuat babysitter betah bekerja di rumah?(kompas)
Selengkapnya...

Jika Anda Wanita Karir :Tips untuk Ibu Bekerja

wanitaKUsehat


Bagaimana kita dapat melakukan pekerjaan kantor sekaligus mengurus rumah, dan menyediakan waktu yang berkualitas bagi anak dan keluarga?

Jika hal itu terasa sulit dilakukan, di bawah ini ada beberapa saran yang bisa Anda lakukan sehingga pekerjaan tidak terbengkalai dan Anda tetap punya waktu bersama keluarga.

1. Lakukan sebanyak mungkin pekerjaan selama lunch break. Misalnya, berbelanja atau urusan-urusan lain. Dengan begitu, waktu di rumah sepulang kantor tidak terganggu dan dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk bercengkerama dengan keluarga.

2. Manfaatkan menit-menit pertama Anda tiba di rumah untuk anak-anak sebelum membersihkan diri dan menyiapkan makan malam.
3. Cobalah membuat segala sesuatunya seringkas dan sesimpel mungkin. Contohnya, menu makan malam tidak usah dipilih yang ruwet dan bertele-tele. Waktu yang ada lebih baik dimanfaatkan untuk bercengkerama dengan keluarga di ruang keluarga, sebelum terlalu larut dan anggota keluarga terlalu lelah untuk duduk bersama.
4. Cobalah mengerjakan tugas secara rangkap. Misalnya seraya membersihkan meja, Anda juga bisa sekaligus menyapu lantai atau mengisap debu di karpet. Atau sekaligus membersihkan kamar mandi ketika Anda mandi.
5. Beberapa hal yang juga perlu Anda garis bawahi adalah:
* Ingatlah bahwa anak adalah hal yang terpenting. Yang jelas, anak yang bahagia jauh lebih penting daripada lantai yang kotor. Tetapi, bukan berarti anak hidup tanpa peraturan dan tanpa disiplin.
* Buat skala prioritas. Ingatlah bahwa keluarga harus tetap makan dan seabrek rekening harus dibayar. Mengecat ulang rumah bukanlah prioritas utama.
* Mampatkan/padatkan jadwal sebaik dan seefisien mungkin. Jangan buang-buang waktu untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, baik bagi Anda pribadi maupun bagi keluarga. (kompas)
Selengkapnya...

Kapan Waktu Sebaiknya Kembali Bekerja Setelah Melahirkan?

wanitaKUsehat


Sejumlah penelitian mencari solusi atas masalah yang dialami ibu bekerja. Keputusan ibu kembali bekerja pascamelahirkan menimbulkan sejumlah dampak terhadap dirinya dan pengasuhan anak. Apakah ibu perlu tetap bekerja penuh atau sebaiknya paruh waktu saja? Pertimbangannya, agar pengasuhan bayi tak terganggu dan bisa optimal.

Meski masih kontradiktif, tetapi penelitian menemukan bahwa ibu muda pascamelahirkan yang kembali bekerja memiliki dampak positif. Inilah benang merahnya, meski masih terdapat perbedaan mengenai kapan waktu tepat, dan pekerjaan yang lebih baik untuk ibu muda.

Studi para peneliti dari School of Social Work di Columbia University, New York City, menunjukkan adanya hubungan ibu kembali bekerja dengan perkembangan kemampuan kognitif anak.

Penelitian yang melibatkan 1.000 anak di tahun pertama sekolah, dari 10 area berbeda di Amerika ini, menunjukkan nilai positif dan negatif dari ibu yang kembali bekerja terhadap perawatan dan pengasuhan anak.

"Saat ibu kembali bekerja, banyak yang berubah, termasuk kualitas perawatan anak, kesehatan mental ibu, hubungan dengan keluarga, dan penghasilan rumah tangga," kata profesor dan peneliti dari Columbia University, Jane Waldfogel.

Menurutnya, ibu yang kembali bekerja penuh pascamelahirkan memiliki penghasilan lebih untuk keluarga, kualitas perawatan anak yang lebih baik, dan kesehatan mental yang meningkat. Meskipun demikian, diakui bahwa waktu interaksi ibu dan bayi lebih singkat.

Dari responden penelitian ditemukan pula bahwa anak-anak yang dibesarkan oleh ibu bekerja penuh waktu memiliki kemampuan kognitif lebih rendah. Di sisi lain, sang ibu memiliki sensitivitas lebih tinggi. Penghasilan dari pekerjaan juga meningkatkan kemampuan ekonomi untuk membayar berbagai kebutuhan perawatan dan pengasuhan anak.

Sementara itu, penelitian lain pendahulunya mengatakan, sebaiknya ibu kembali bekerja setelah bayi berusia 12 bulan. Dengan perhatian penuh dari ibu, masa emas di tiga tahun pertama buah hati akan berjalan dengan optimal.

Institute for Social and Economic Research dari Essex University juga mengadakan penelitian. Ibu yang kembali bekerja pada tiga tahun pertama pertumbuhan anak berdampak pada pertumbuhan anak yang lamban. Bahkan, studi yang digelar Unicef pada 2008 merekomendasikan, sebaiknya ibu tetap berada di rumah pascamelahirkan, hingga satu tahun.

Dikatakan juga bahwa solusi lain untuk ibu adalah bekerja paruh waktu. Anak yang dibesarkan oleh ibu pekerja paruh waktu tumbuh lebih sehat dalam segala hal.

Merespons perbedaan pandangan ini, Jane menegaskan pentingnya pola pengasuhan dan sensitivitas orangtua terhadap anak dan kebutuhannya. Dengan demikian, meskipun bekerja, ibu bisa memberikan perhatian penuh seusai jam kantor. Orangtua yang memberikan sarana perawatan dan pengasuhan anak yang tepat saat ditinggalkan bekerja, hasilnya juga bisa optimal.

"Ibu yang bekerja lebih dari 30 jam seminggu tetap bisa berbuat terbaik untuk keluarga. Begitu pulang ke rumah, tarik napas dalam-dalam, tinggalkan semua pekerjaan kantor, dan berikan perhatian penuh untuk anak-anak," tandasnya.
Selengkapnya...

Cara Memilih Tempat Penitipan Anak yang Tepat

wanitaKUsehat


Jika Anda dan pasangan bekerja, menitipkan anak pada jasa tempat penitipan anak (TPA), menjadi solusi. Tak sekadar membantu Anda agar tetap bisa bekerja dan berpenghasilan, namun juga baik secara psikis untuk semua anggota keluarga.

Menitipkan anak bisa melalui jasa TPA yang terbuka untuk umum dengan fasilitas lengkap yang menunjang tumbuh kembang anak. Atau penitipan bersifat privat seperti pengasuh juga kepada keluarga dan orangtua.

Jangan terburu-buru memilih sekadar untuk menemukan tempat bagi anak Anda. Luangkan waktu untuk memikirkan lebih matang dengan melihat kebutuhan keluarga Anda. Buatlah daftar pilihan dan prioritas, perhitungkan juga biayanya, hingga positif-negatif dari masing-masing pilihan. Mintalah pertimbangan dari teman yang lebih berpengalaman atau orangtua. Menjalani proses ini bahkan bisa memakan waktu berminggu-minggu. Tak jadi soal, namun juga Anda tak perlu terlalu perfeksionis, karena bagaimanapun Anda perlu melakukan penyesuaian.

Percayakan insting Anda
Meski Anda dan pasangan sudah melakukan riset kecil-kecilan. Atau teman serta saudara memberikan pendapat dan pengalamannya tentang TPA tertentu, semua kembali kepada insting Anda dan pasangan. Kuncinya Anda dan pasangan perlu merasa nyaman dengan TPA yang dipilih. Kenyamanan tak bisa diukur dengan hanya melihat harga yang mahal, kebersihan, atau keamanan. Salah satu tanda TPA berkualitas adalah mengijinkan orangtua dan anak untuk menghabiskan waktu bersama di TPA, sekadar untuk mengawasi bagaimana interaksi yang terbangun antara orangtua, anak, dan pekerja di TPA.

Perlu diingat, kondisi dan tipe setiap keluarga unik dan berbeda. Meski teman memiliki pengalaman baik di TPA tertentu, belum tentu cocok dengan Anda. Anda perlu melihat perbedaan temperamen anak, situasi kerja Anda dan pasangan, tempat tinggal, lokasi kantor, dan harapan Anda terhadap TPA. Jangan menggantungkan penilaian atau membuat keputusan dari pengalaman orang lain.

Percayakan insting anak Anda
Salah satu pertanda TPA yang cocok untuk keluarga adalah anak Anda nyaman berada di sana. Jika anak Anda sudah bisa berbicara, tanyakan perasaannya terhadap TPA tersebut. Anak memiliki penilaian lebih baik dibandingkan Anda. Sedangkan untuk bayi, perhatikan bagaimana interaksi terbangun antara pengasuh dan bayi Anda selama di TPA.

Ajukan pertanyaan ini
Apapun jenis TPA yang Anda temukan, harga yang mahal atau murah bukan menjadi tolok ukur kualitas. Untuk menemukan TPA yang tepat sesuai kebutuhan, ajukan pertanyaan ini kepada diri sendiri dan pasangan:
* Kebutuhan TPA untuk berapa lama? Hitungan jam atau seharian? Reguler atau sewaktu-waktu saja?
* Mana yang lebih diinginkan, pengasuh rumahan atau TPA untuk publik?
* Kualifikasi dan pengalaman seperti apa yang diinginkan dari pengasuh?
* Apakah TPA juga menawarkan program preschool?
* Metode permainan atau pembelajaran seperti apa yang ingin diberikan kepada anak melalui TPA?
* Rutinitas seperti apa yang diinginkan untuk anak di TPA?
* Apakah TPA perlu menyiapkan makan siang untuk anak Anda? Jika ya, apakah TPA bisa memberikan sampel makanannya?
* Apakah layanan TPA menyediakan popok untuk anak di bawah dua tahun?

Kenali pemberi layanan yang baik
Di Australia, TPA terakreditasi oleh badan resmi negara. Ini menjadi rekomendasi terbaik untuk pilihan TPA. Cara lainnya, tanyakan bagaimana staf TPA. Jika Anda menemukan banyak pegawai yang sering berganti, keluar-masuk karena berhenti bekerja ini pertanda tak baik. Cari pengasuh yang berpengalaman, memiliki keterampilan untuk mengatasi kecelakaan kecil maupun besar yang terjadi pada anak, dan jika perlu mampu mengendarai motor atau mobil dan memiliki SIM.

Lokasi jadi soal
Cari TPA yang berlokasi dekat dengan rumah atau kantor Anda dan pasangan. Cari juga tempat yang bisa mengakomodasi kebutuhan Anda dikaitkan dengan pekerjaan kantor. Misalnya, layanan antar-jemput anak ke rumah atau kantor Anda.

Buatlah rencana cadangan
Pengasuh rumahan berhenti bekerja, atau sakit. TPA tutup karena bangkrut atau sebagainya, bisa saja terjadi. Siapkan rencana cadangan. Artinya, Anda sudah membuat skenario dengan menyimpan beberapa pilihan TPA atau pengasuh. Sewaktu-waktu Anda membutuhkannya, Anda cukup menghubungi.

Atur jadwal dan buat perencanaan
Setiap malam, pastikan kebutuhan anak Anda selama dititipkan di TPA sudah lengkap. Baju ganti, botol susu, berbagai kebutuhan lainnya sudah siap agar keesokan paginya Anda tak terburu-buru menyiapkan semua keperluan.

Hindari rasa bersalah
Sebagai orangtua, seringkali perasaan sedih muncul saat harus menitipkan anak di TPA atau bersama pengasuh selama bekerja. Hentikan perasaan bersalah ini. Penelitian menunjukkan, dengan menitipkan anak di jasa TPA yang baik, justru membuat anak lebih produktif dan sehat. Kepercayaan diri anak meningkat karena mereka bertemu dengan banyak teman sebaya dan mendapat pengalaman baru yang berbeda setiap harinya. (kompas)
Selengkapnya...

Awas Celana Dalam Ketat Penyebab Mandul

Jika Anda suka memakai celana dalam ketat, sebaiknya kebiasaan ini siap-siap untuk ditinggalkan. Kesenangan yang mungkin boleh dibilang sepele ini bisa membuat Anda mandul. Wah!

Hasil penelitian ilmiah di AS yang dikutip dari situs askmen.com menyebutkan, pemakaian celana dalam ketat akan menimbulkan panas berlebihan bagi testis (buah zakar). Efeknya, akan berpengaruh buruk pada proses pembentukan sperma. Testis yang terlalu panas akan membuat spermatozoa loyo.

Testis yang sebesar telur burung puyuh ini terletak dalam scrotum. Letaknya menggantung agar suhunya lebih dingin dibanding suhu tubuh. Nah, celana dalam yang terlalu ketat akan mendorong testis ke atas hingga suhunya lebih panas.

Banyak lelaki memang kurang sreg atau tidak nyaman memakai celana dalam kendur. Salah satu alasannya, mereka takut kondor bila celana dalamnya kendor. Padahal, longgar atau ketatnya celana tidak ada hubungannya dengan kondor.

Agar terjadi kehamilan, jumlah dan kualitas sperma anda harus benar-benar bagus. Sekadar tahu, air mani pria terdiri dari dua bagian, yaitu spermatozoa dan plasma semen.

Menurut kriteria WHO, air mani yang normal harus memiliki jumlah total spermatozoa di atas 20 juta per ml. Dari jumlah ini, 60% harus merupakan sel sperma bergerak. Dari 25% sperma yang bergerak, harus mampu bergerak cepat dan lurus. Masih ada lagi, paling tidak, 50% dari sperma yang ada harus berkepala normal.

Meskipun demikian, besarnya jumlah spermatozoa tidak menjamin terjadinya pembuahan sel telur. Meski jumlahnya sedikit, tapi jika mampu bergerak cepat, bisa saja terjadi pembuahan. Kendati jumlah spermatozoa hanya 5-10 juta per ml air mani, pembuahan bisa terlaksana asal mutu spermatozoa baik. Yang sulit diobati adalah jika di dalam air mani sama sekali tidak mengandung sel-sel sperma. Keadaan ini disebut azoospermia.

Untuk membuat spermatozoa bergerak cepat, sebaiknya seorang lelaki rajin berolah raga dengan teratur agar sirkulasi darah menjadi lancar dan baik.

Juga sangat dianjurkan untuk tidak merokok, dan satu faktor yang sudah disebutkan di atas: tidak memakai celana dalam yang ketat.

Perlu diketahui, dalam perjalanannya menuju sel telur, spermatozoa juga bisa mengalami hambatan. Bahkan kadangkala semua mati dalam perjalanan, misalnya karena derajat keasaman Mrs V terlalu tinggi.

Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi tingkat kesuburan lelaki adalah polusi udara. Para lelaki yang bekerja di luar ruangan, misalnya polisi lalu lintas, dan banyak menghirup unsur-unsur kimia seperti timbal, memiliki risiko kemandulan yang tinggi. Bahkan mandi sauna pun bisa menimbulkan beban tersendiri bagi testis.

Selain yang disebutkan di atas, ternyata masih ada hal lain yang mempengaruhi kesuburan lelaki, yakni gangguan terhadap testis dan kelainan pada sperma. Hal ini bisa terjadi karena hormon reproduksi yang tidak sempurna atau infeksi akibat ulah mikroorganisma.

Selain masalah pada spermatozoa, mutu plasma semen pun ternyata berpengaruh pada kesuburan lelaki. Di dalam plasma semen inilah terdapat bermacam komponen dan zat kimia yang penting bagi kelangsungan hidup spermatozoa.

Penyakit kelamin yang menjangkiti tubuh semasa muda juga berpengaruh terhadap proses pembuahan. Begitu juga penyumbatan yang terjadi pada saluran sperma.

Meskipun demikian, bagi lelaki yang menderita azoospermia (air mani sama sekali tidak mengandung sel sperma) maupun oligospermia (sel sperma berjumlah sedikit), kini punya harapan baru. Beberapa waktu lalu, para peneliti Jepang berhasil menemukan suatu zat yang dapat menyembuhkan. Namanya interferon-alfa.

Zat ini berperan dalam menghambat pertumbuhan berlebih dari sel-sel yang merugikan di testis. Interferon-alfa ini konon mampu merangsang monosit (bagian sel darah putih) untuk menghancurkan bakteri dan virus hingga sperma menjadi bersih dan sempurna.

Satu hal penting yang harus diingat, ukuran kesuburan seorang lelaki bukan terletak pada banyaknya air mani yang dikeluarkan ketika ML. Yang lebih penting, seberapa cepat pergerakan spermatozoa.

Karena itu, bagi pasangan yang hendak menikah disarankan untuk memeriksakan terlebih dahulu kesuburan masing-masing agar tak timbul masalah di kemudian hari. Rasanya memang sulit menerima kenyataan bahwa pasangan kita tidak subur, padahal, hari pernikahan sudah ditentukan.
Selengkapnya...

Mengatasi Gangguan Napas Anak

Bila si kecil tiba-tiba sulit bernapas dan napasnya mengeluarkan bunyi.. ngik..ngik..., pasti orang tua akan sangat cemas dan panik. Kondisi seperti ini tidak hanya mengkhawatirkan orang tua tetapi juga menakutkan bagi si anak. Melihat dari bunyi napasnya dapat disimpulkan si anak tadi menderita Asthma.

Asthma adalah penyakit saluran napas yang ditandai oleh 3 hal yaitu menciutnya saluran napas, pembengkakan selaput lendir saluran napas, dan pengeluaran lendir yang berlebihan. Ketiga hal ini menyebabkan penyempitan saluran napas. Sehingga menyebabkan anak merasa sesak dan saat mengeluarkan napas terdengar suara ngiik..ngiik, suara ini disebut sebagai Wheezing atau mengi. Biasanya selalu disertai batuk. Sesak yang berkepanjangan akan menyebabkan warna kebiruan disekitar mulut karena disebabkan kekurangan oksigen.

Sebetulnya gejala asthma tidak selalu sesak napas, Asthma yang ringan bisa terlihat sebagai batuk saja, tetapi batuknya khas yaitu periodik, variasi, dan reversibel. Periodik yaitu timbulnya pada waktu tertentu misalnya musim hujan, malam hari, makan makanan tertentu, atau bila stres.
Variasi yaitu sering timbul malam hari sedangkan siangnya tidak ada gejala.
Reversibel artinya bisa hilang timbul dengan atau tanpa pengobatan.
Biasanya pada keluarga terdapat riwayat asthma atau alergi. Ini merupakan faktor genetik.

Faktor Pencetus.
adalah faktor yang memudahkan timbulnya asthma. Apalagi bila ada faktor genetik semakin mudah faktor pencetus ini timbul. Apa saja faktor pencetus yang sering menjadi penyebabnya.
Beberapa faktor pencetus asthma :
Binatang terutama yang berbulu (jadi sebaiknya tidak memelihara binatang).
Aktivitas fisik yaitu olah raga atau lari-lari.
Bahan kimia semprot.
Tepung sari bunga.
Perubahan suhu.
Infeksi virus misalnya flu.
Tungau debu rumah.
Asap terutama asap rokok.
Obat (aspirin).
Emosi atau masalah psikologis.
Makanan tertentu, misalnya coklat ,es, kacang-kacangan, cemilan anak (krn zat pengawet, zat warna, atau bumbu penyedap dapat berperan juga)

Jadi , orang tua harus berusaha mengenali pencetus asthma pada anaknya. Bila tidak berhasil, kadang-kadang diperlukan tes alergi.

Pengobatan.
Selain menghindari faktor pencetus tadi, pengobatan pada asthma bertujuan melebarkan saluran napas, mengurangi pembengkakan, mengencerkan serta mengeluarkan lendir.
Dibagi menjadi pengobatan pereda ( diberikan pada waktu serangan sesak napas ) dan pengobatan untuk pengendali (diberikan tiap hari meskipun tidak ada serangan bertujuan untuk mencegah asthma).
Pengobatan pereda dapat berupa sirup, tablet atau hisapan. Biasanya dari golongan beta agonis yaitu salbutamol, terbutalin, dll. Bisa juga obat golongan kortikosteroid yaitu methyl prednisolone(relatif aman), prednisone, triamcinolone, dll. Hati-hati pemakaian kortikosteroid jangka panjang dapat menimbulkan retensi air, sehingga anak menjadi gemuk dan wajahnya membulat (full moon face)dan gangguan pertumbuhan tulang.
Untuk pengendali biasanya campuran antara kortikosteroid dan beta agonis dengan masa kerja panjang contohnya campuran fluticasone dan salmeterol atau campuran budesonide dan formoterol.

Bila dengan pengobatan, sesak tidak mereda atau malah bertambah sesak bawa segera anak ke rumah sakit atau dokter terdekat, karena kekurangan oksigen dapat berbahaya.
Selengkapnya...

Popular Posts

Popular 7 days

Popular 30 days

Add to Google Reader or Homepage

Powered by FeedBurner

I heart FeedBurner

review http://wanitakusehat.blogspot.com/ on alexa.com

Popular All time

free counters

  ©wanitaKUsehat - Todos os direitos reservados.

Template by Dicas Blogger | Topo